JAKARTA, PB – Deputi bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kemenko PMK, Tb Achmad Choesni, mengatakan donor darah ternyata menyehatkan. Kendati tidak selalu mendonorkan darahnya, Choesni mengaku sering menjadi pendonor jika ada kesempatan.

“Seperti sekarang ini, kebetulan pas ada kegiatan donor dan saya pas di kantor. Makanya saya sempatkan ikut,” ujar Choesni usai mendonorkan darahnya di Kantor Kemenko PMK, Kamis (14/12).

Donor darah adalah orang yang memberikan darah secara sukarela yang bertujuan transfusi darah bagi orang lain yang membutuhkan. Orang yang membutuhkan transfusi darah ini misalnya orang yang sakit atau kecelakaan.

Seperti yang kita tahu, darah yang didonor bermanfaat bagi resipien atau penerima donor untuk bisa bertahan hidup. Namun, bagaimana dengan pendonor? Darah dalam tubuh pendonor, kan, berkurang karena disumbangkan. Apakah mengganggu daya imun tubuh pendonor?

“Enggak, tuh. Malahan badan jadi enakan,” ujar Choesni, sambil menambahkan kalau dirinya sering juga mengajak istrinya untuk berdonor darah.

“Kegiatan kemanusiaan ini perlu digalakkan dan Kemenko PMK mengapresiasi kegiatan donor darah ini,” tambah dia.

Pakar hematologi di Rumah Sakit Karolinska University di Swedia, Gustaf Edgren, dalam paparannya menyebutkan darah sang pendonor akan kembali normal dalam beberapa minggu.

Edgren menambahkan, bila tubuh membutuhkan lebih banyak antibodi dalam aliran darah, maka ia akan menghasilkan antibodi sendiri dengan sangat cepat.

Dia menjelaskan, kecil kemungkinan pendonor terkena kanker atau meninggal sebelum waktunya daripada non-donor. Bahkan, banyak pendonor merasa bahwa setelah donor darah, tubuh mereka terasa lebih sehat.

Ini disebabkan karena bila dengan mendonor darah maka bisa mengurangi kelebihan zat besi dalam tubuh dan melahirkan sel darah merah baru sehingga yang bersirkulasi dalam tubuh adalah darah yang sehat.

Disebutkan pula, perempuan memiliki kemungkinan terkena kanker dan penyakit jantung lebih rendah daripada laki-laki. Ini terjadi setidaknya sampai menopause karena pada saat menstruasi setiap bulan, kadar zat besi berkurang. Ini termasuk perlindungan alami dari penyakit-penyakit di atas.

PMI menyebutkan, semua orang dapat menjadi donor darah asalkan memenuhi persyaratan yang berlaku. Pendonor harus berusia antara 17 sampai 65 tahun dengan berat minimal 45 kg dan sehat. [anr/ram]