SELUMA, PB – Bupati Kabupaten Seluma Bundra Jaya, merasa geram setelah mendengar kabar adanya Warung Remang-remang (Warem) yang masih beroperasi dan dikabarkan kebal hukum.

Sejumlah Warem di Kecamatan Talo masih dibuka, terbukti dari hasil razia pekat nala 2017 yang digelar Polres Seluma beberapa waktu lalu.

“Tidak ada manusia yang kebal hukum, kalau memang benar ada, pasti akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku,” kata Bundra kepada Pedoman Bengkulu belum lama ini.

Dia berharap, agar masyarakat segera melaporkan kepada petugas Satpol PP jika keberadaan Warem meresahkan warga. Sehingga, Satpol PP dapat bergerak menertibkan bekerjasama dengan Polisi dan TNI.

“Sudah ada buktinya, itu dulu sudah ada yang dibongkar dan dibakar, tapi kita mau jangan hanya ceritanya saja. Ada faktanya kalau benar ada itu,” tegas Bundra.

Baca juga: Bundra: Terkait Dana Desa, Kades dan BPD Jangan Saling Lapor

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Kasatpol PP dan Damkar) Hadi Sanjaya menuturkan, telah menerima laporan terkait adanya Warem yang meresahkan. Namun, pihaknya masih mendalami kebenaran hal tersebut.

“Itu pasti akan kami tertibkan dalam waktu dekat ini karena sudah meresahkan warga,” kata dia.

Hadi mengakui, sebelumnya telah direncanakan penertiban Warem. Namun, pada akhir tahun ini, pihaknya fokus pada pemindahan pedagang Pasar Tais ke Pasar Sembayat. [Sepriandi]