BENGKULU, PB – Tingginya angka penderita HIV/Aids atau kerap disebut Orang Dengan HIV/Aids (ODHA) di Kota Bengkulu belakangan menyita perhatian Pasangan Bakal Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu, David Suardi-Bakhsir.

Baca juga : Ribuan Warga Iringi David-Bakhsir Daftar ke KPU

Paslon dari jalur perseorangan tersebut yakin mampu mengentaskan permasalahan HIV/AIDS dengan cara menekan angka pertumbuhan ODHA di Kota Bengkulu.

“Setidaknya kami akan berusaha keras untuk menekan angka pertumbuhan ODHA yang dikhawatirkan akan terus bertambah setiap tahunnya,” ujar Mayor Inf David Suardi disela-sela pembagian brosur berisikan pengertian akan bahaya HIV/AIDS dan pita anti HIV/AIDS di Simpang Lima Ratu Samban, Jumat sore (1/12).

Dikatakan David, keberadaan ODHA di Bengkulu saat ini masih seperti fenomena gunung es. Belum banyak yang terdata dan terangkat kepermukaan lantaran takut dijauhi oleh Masyarakat luas.

Padahal, kata dia, ODHA bukanlah golongan yang harus di jauhi. Sebab, tidak semua ODHA terjangkit HIV/AIDS dari hal-hal negatif, sebagian besar bahkan terjangkit melalui alat suntik dan faktor-foktor lainnya.

“Tidak semua ODHA itu buruk. Sebagian hanyalah bernasib naas tertular melalui alat suntik yang dipakai secara berulang-ulang. Jadi ODHA tidak untuk dijauhi,” ujar David.

Pantauan Pedoman Bengkulu, Mayor Inf David Suardi di dampingi istri Yeti Junita bersama Komunitas Berbagi Kebaikan dan Relawan Darah Bengkulu – Muda membagikan Brosur berisikan penjelasan akan bahaya HIV/AIDS, cara penularan, gejala penderita serta cara menghindari terjangkit HIV/AIDS.

Lihat juga : Junjung Kebersamaan, David-Bakhsir Optimis Menangi Pilwakot

Ribuan pengendara roda dua dan roda empat antusias atas kegiatan yang dilakukan dalam rangka memperingati hari HIV/AIDS sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember 2017 ini.

“Langkah yang akan kami ambil pertama kali nanti adalah menggencarkan sosialisasi akan bahaya HIV kepada seluruh elemen masyarakat mulai dari tingkat pelajar, remaja, warga usia produktif hingga lansia. Selain itu, kami juga akan gencar sosialisasi bahaya Narkoba. Sebab, narkoba salah satu penyebab utama keterjangkitan HIV/AIDS di Indonesia, ” tegas David. [Ifan Salianto]