Pengukuhan Pengurus KONI provinsi Bengkulu periode 2017-2021 oleh Ketua Umum KONI Pusat di GSG Kantor Pemerintah Provinsi Bengkulu, Rabu (1312). [Foto Ifan Salianto/Pedoman Bengkulu]
BENGKULU, PB – Keterbatasan anggaran yang di alokasikan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bengkulu selama ini dikeluhkan oleh Ketua KONI Bengkulu, Mufran Imron.

Minimnya anggaran yang dikucurkan diyakini Mufran menjadi kendala utama untuk menggali prestasi bagi Atlet di setiap pelaksanaan program KONI.

“Ada satu kendala yang menjadi momok selama ini yaitu keterbatasan anggaran yang diberikan. Sehingga, fenomena yang terjadi pada pelaksanaan program yaitu program yang mendukung budget anggaran bukan anggaran yang mendukung kebutuhan program. Sebab, tanpa bantuan anggaran yang baik, istilah peraihan prestasi bohong bisa dilaksanakan,” ujar Ketua KONI Bengkulu, Mufran Imron saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan dan pengukuhan Pengurus KONI provinsi Bengkulu periode 2017-2021 oleh Ketua Umum KONI Pusat di GSG Kantor Pemerintah Provinsi Bengkulu, Rabu (13/12).

Kendati demikian, sambung Mufran, dibawah kepemimpinannya, KONI diyakini mampu menjadi KONI modren, independen dan profesional.

“Untuk itu kami minta dukungan dari DPRD provinsi dan Pemerintah Provinsi agar masa masa kejayaan provinsi Bengkulu dalam bidang olahraga pada masa keemasan tahun 1985 lalu bisa kita ulang kembali pada pelaksanaan PON 2020 yang akan diselenggarakan di Papua mendatang,” ujar Mufron.

Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah dalam sambutannya mengatakan, harus diakui jika dukungan anggaran menjadi varian baru yang utama untuk membentuk sebuah prestasi.

Hanya saja, uang bukan segala-galanya. Rohidin meyakini, jika peraihan prestasi dapat diraih dengan cara melakukan proses pembinaan yang benar dengan cara betul-betul menggali dan memperhatikan potensi sumber daya lokal.

Terlebih lagi, jika dibungkus dengan sikap disiplin, kebersamaan, motivasi serta percaya diri yang baik akan menjadi modal utama peraihan prestasi ini.

“Sebagai solusi awal, saya melalui Dinas Pemuda dan Olahraga akan membuka peluang sebesar-besarnya kepada KONI untuk besinergi menjalankan program membangun Bengkulu dari segi olahraga. Tidak semua Cabang Olahraga (Cabor) bisa dibiayai maksimal. KONI silahkan membuat program, pilih dan tentukan cabor mana yang akan dijadikan ujung tombak dalam event nasional nanti. Maka Cabor itulah yang akan kita biayai secara maksimal,” tegas Rohidin.

Pantauan Pedoman Bengkulu, pelantikan dan pengukuhan pengurus KONI Bengkulu periode 2017-2021 dilakukan langsung oleh Ketua Umum Koni Pusat Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman SIP dan dihadiri oleh Plt Gubernur Bengkulu, unsur FKPD bengkulu, Ketua KONI seluruh kabupaten/kota dan Provinsi Bengkulu.

“Jadikan olahraga sebagai sara pemersatu bangsa. Biasakan tertib administrasi sehingga tidak ada lagi yang tersandung kasus hukum,” ujar Tono Suratman. [Ifan Salianto]