BENGKULU, PB – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernurn Bengkulu, Rohidin Mersyah, berharap seluruh lapisan masyarakat harus dibekali pengetahuan tentang bahaya laten korupsi dan pencegahannya.

Hal itu ia sampaikan pada Seminar Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI), Bedah Buku Bersama HMI Cabang Bengkulu, di Aula Gedung Serba Guna (GSG) Pemprov Bengkulu, Minggu (12/12/2017).

Lanjut Rohidin Mersyah, seminar yang digagas mahasiswa yang tergabung dalam HMI (Himpunan Mahasiswa Indonesia) Cabang Bengkulu ini merupakan tindakan positif, memberikan edukasi akan bahaya dari korupsi.

“Saya kira ini merupakan suatu tindakan yang sangat positif, bagaimana menanamkan semangat edukasi, agar tanggugjawab mencegah dan memberantas korupsi itu memang harus dilakukan secara bersama-sama,” pungkasnya.

Baca juga : Korupsi yang Mengepung Bengkulu

Seminar bertajuk “Stop Corroption” ini juga dihadiri oleh Penasehat Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Periode 2005-2013 Abdullah Hehamahua, sekaligus sebagai narasumber utama.

Dikatakan Abdullah Hehamahua, korupsi dewasa ini sangat jelas telah masuk dalam sendi-sendi kehidupan dan merupakan extra ordinary crime. Oleh karena itu. penyelesainnya perlu dilakukan dengan cara yang luar biasa.

“Untuk menyelesaikan persoalan hukum ini, kita meski memasukkan ke pendidikan kita, baik pendidikan membangun secara nasional maupun memperbaiki sistem kita yang dikatakan reformasi birokrasi,” jelas mantan Wakil Ketua Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara/PKPN 2001 ini.

Diakhir seminar tersebut, dilaksanakan penyerahan buku karangan Abdullah Hehamahua berjudul “Jihad Memberantas Korupsi” kepada Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. [AM/Bis]