Femmy Kartika Eka Putri

JAKARTA, PB – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) terus berupaya agar anak usia sekolah (6-21 tahun) bisa benar-benar terjamin layanan pendidikannya sampai tamat satuan pendidikan menengah dengan melalui Program Indonesia Pintar (PIP).

“Kita akan terus berupaya agar kesenjangan partisipasi pendidikan antara si kaya dan si miskin bisa hilang,” ucap Asisten Deputi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar dan Pendidikan Masyarakat, Femmy Kartika Eka Putri di Kantor Kemenko PMK, belum lama ini.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah memerintah dalam Inpres No.7/2014 tentang Pelaksanaan Program Simpanan Keluarga Sejahtera, Program Indonesia Pintar, dan Program Indonesia Sehat. Inpress tersebut ditujukan agar kesejahteraan masyarakat terjamin.

“Program Indonesia Pintar ini adalah bantuan tunai pendidikan yang ditujukan bagi anak usia sekolah dari keluarga penerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS),” kata Fammy.

Fammy menjelaskan bahwa PIP ini ditujukan untuk mendukung pelaksanaan Pendidikan Menengah Universal/Rintisan Wajib Belajar 12 Tahun, meringankan biaya personal pendidikan, mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah (drop out) dan menarik siswa putus sekolah atau tidak melanjutkan agar kembali mendapatkan layanan pendidikan di sekolah.

Lebih lanjut, Fammy menambahkan PIP ini menyasar para Peserta Didik mulai dari SD, SMP dan SMA yang merupakan pemegang Kartu Indonesia Pintar, dari keluarga miskin/rentan miskin dan/atau dengan pertimbangan khusus seperti: didik dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan (PKH); dari keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Perlu diketahui bahwa Dana Manfaat yang diterima per siswa per semester antara lain untuk SD sebesar Rp225.000; SMP Rp375.000; dan SMA/SMK Rp500.000.

Kemenko PMK sendiri telah menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) untuk membahas Evaluasi Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun 2016 dan 2017 serta rencana program ini di tahun 2018 pada (21/12).

PIP dalam Rakornis tersebut dibahas tentang capaian tujuannya dan hasil evaluasinya kemudian dijadikan dasar tindak lanjut atau diambil keputusan tepat berikutnya. [anr/ram]