Jenazah Wanandi (31) berhasil dievakuasi dari kawah Bukit Kaba, Senin (18/12/2017). (Foto: Benny Sepriadi/Pedoman Bengkulu)

REJANG LEBONG, PB – Proses evakuasi pemuda asal Desa Suban Ayam Kecamatan Selupu Rejang bernama Warnadi (31) berlangsung lancar.

Meskipun, sempat tertutup kabut saat pengangkatan jasad Warnadi dari dalam kawah menuju bibir kawah Bukit Kaba.

Evakuasi oleh Basarnas Provinsi Bengkulu, Batalyon 144/JY dan Palang Merah Indonesia (PMI) Rejang Lebong dimulai pada Senin (18/12/2017) pagi pukul 10.00 WIB.

Tim evakuasi menggunakan 2 tali berfungsi menarik jasad korban, dan 1 tali lagi berfungsi sebagai tali pengaman.

“Evakuasi dimulai pukul 10.00 WIB, dibantu tim dari Basarnas, Batalyon, dan PMI, Diperkirakan pukul 13.30 WIB, jasad sudah mulai turun dari Lereng Bukit Kaba,” jelas Hendra Wahyudiansyah selaku Ketua Umum PMI Rejang Lebong.

Pukul 13.30 WIB jasad tiba di Pos Darwis, yang langsung dilarikan tim PMI Rejang Lebong menuju RSUD Curup untuk dilakukan visum.

“Kita salut pada pihak Basarnas, Pendaki dan PMI yang berhasil mengevakuasi jasad korban dari kedalaman kawah yang lebih dari 200 meter dari bibir kawah. Selain itu saat proses pengangkatan jasad sempat pula tertutup kabut yang menyulitkan tim evakuasi,” kata Ibnu Hajar selaku Kepala Desa Suban Ayam yang turut dalam proses evakuasi.

Menurut Ibnu Hajar yang mengutip keterangan dari pihak keluarga korban, bahwa pada Rabu (13/12/2017) korban pergi menuju kebun untuk penyemaian kubis. Namun, hingga sore hari Warnadi tak kunjung pulang kerumah.

Karena tak kunjung pulang, pihak keluarga mencari Wanandi namun tak menemukan hasil.

Akhirnya, pada hari Minggu (17/12/2017) malam, pihak keluarga melapor kepada Kepala Desa terkait hilangnya salah satu anggota keluarga.

Secara kebetulan salah satu anggota keluarga melihat informasi di media sosial Facebook ditemukan sepeda motor tak bertuan di dekat kawasan Bukit Kaba, serta foto jasad yang jatuh ke dalam kawah mati bukit kaba.

Informasi tersebut langsung dikenali pihak keluarga berdasarkan pakaian yang dikenakan, sama dengan pakaian yang dikenakan Wanardi ketika berangkat dari rumah. [Benny Septiadi]