Jumat (29/12), Kapolda melakukan penandatanganan MoU terhadap 1000 penyuluh agama dan pembukaan acara Pendidikan Kilat (Diklat) 100 guru TPQ yang diikuti dengan pembagian 500 sembako untuk kaum duafa di Gedung Adem Mapolda Bengkulu.

BENGKULU, PB – Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Coki Manurung terus membuat inovasi dalam mendukung program pembangunan di Provinsi Bengkulu, termasuk pembangunan moral.

Teranyar, Jumat (29/12), Kapolda melakukan penandatanganan MoU terhadap 1000 penyuluh agama dan pembukaan acara Pendidikan Kilat (Diklat) 100 guru TPQ yang diikuti dengan pembagian 500 sembako untuk kaum duafa di Gedung Adem Mapolda Bengkulu.

“Kegiatan yang kita gelar bersama PT PLN ini bertujuan untuk menyiapkan para penyuluh agama agar siap untuk menyelamatkan warga dari Faham Radikalisme dan Terorisme dikalangan masyarakat baik yang ada di kota maupun desa. Sebab, tidak semua tokoh agama sadar dan paham apa dan siapa kelompok radikal. Makanya perlu terus disosialisasikan lewat kegiatan diklat diatas seperti ini,” tegas Kapolda saat ditemui usai acara.

Lihat juga : Bengkulu Berjuang Melawan Kriminalitas

Setelah mengikuti Diklat dan paham soal Radikalisme dan terorisme, sambung Kapolda, diharapkan para penyuluh agama ini bisa menularkan informasi penting ini kepada masyarakat secara luas. Tentunya mulai dari lingkungan tempat tinggal masing masing.

“Kami sangat yakin jika melalui diklat ini, faham-faham seperti itu dapat kita waspadai hingga kita tumpas dari unsur terkecil bangsa Indonesia yaitu lingkungan tempat tinggal,” tegas Kapolda.

Dilain sisi, Kapolda juga mengingatkan jika peran tokoh agama dan penyuluh agama bentukan Kementerian Agama dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat sehingga nanti timbul kerjasama dan sinergitas antara para penyuluh agama yang baru selesai diklat maupun yang lama.

“Tokoh agama harus menjadi corong guna memberikan pemahaman tentang bahaya radikalisme kepada masyarakat,” tegas Kapolda. [Ifan Salianto]