REJANG LEBONG, PB – Kasus kekerasan seksual dan asusila di Rejang Lebong meningkat sepanjang 2017. Terhitung sejak Januari hingga Desember 2017 Polres Rejang Lebong menerima laporan 55 laporan kasus terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Dari 55 kasus tersebut, 24 kasus diantaranya tindak asusila terhadap anak di bawah umur. 14 kasus kekerasan dalam rumah tangga dan 11 kasus kekerasan terhadap anak di bawah umum. Ada pula kasus, menikah tanpa izin, pencemaran nama baik, pengeroyokan, penelantaran anak dan percobaan perkoasaan.

Jika dibandingkan tahun sebelumnya, Unit PPA Satreskrim Polres Rejang Lebong hanya menangani 40 kasus yang berkaitan terhadap perempuan dan anak. Dari 40 kasus yang ditangani polisi 60 persen diantaranya atau 24 kasus didominasi kekerasan terhadap anak dan kekerasan dalam rumah tangga. Sementara untuk kasus persetubuhan kurang dari 15 kasus.

Baca juga: Ayah di Curup Perkosa Anak Tiri Selama Empat Tahun

“Kita terus berupaya melakukan pembinaan dan pendekatan ke masyarakat mengenai perlindungan perempuan dan anak, bekerjasama dengan leading sektor terkait untuk menekan jumlah kasus yang marak terjadi, khususnya terhadap perempuan dan anak,” tegas Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong AKP Chusnul Qomar melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Rejang Lebong Ipda Denyfita Mochtar, Selasa (19/12/2017).

Sampai hari ini dari 55 kasus yang ditangani unit PPA Polres Rejang Lebong, 16 kasus diantaranya sudah dinyatakan lengkap (P21), 26 kasus diselesaikan dengan perdamaian, sementara itu sisanya masih dalam proses pemberkasan.

Simak juga: Setubuhi Anak di Bawah Umur, Pemuda Asal Curup Diamankan Polisi

“Dari 55 kasus, 16 diantaranya sudah dilimpahkan, 26 kasus diselesaikan secara kekeluargaan, sisanya masih kita lengkapi berkasnya,” pungkas Fita. [Benny Septiadi]