SUMENEP, PB – Kerudung yang dikenakan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa ternyata sarat makna. Dalam kunjungannya ke Pendopo Kabupaten Pamekasan, ia mengenakan kerudung warna oranye.

“Ini simbol tekad saya menurunkan angka Gini Ratio. Jadi saya berniat kuat untuk mengatasi kesenjangan pendapatan,” kata Mensos di Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (17/12).

Gini Ratio, atau Koefisien Gini atau Indeks Gini merupakan indikator yang menunjukkan tingkat ketimpangan pendapatan secara menyeluruh. Nilai Koefisien Gini berkisar antara 0 hingga 1.

Koefisien Gini bernilai 0 menunjukkan pemerataan pendapatan yang sempurna, atau setiap orang memiliki pendapatan yang sama. Sebaliknya, Gini Rasio bernilai 1 berarti ketimpangan sempurna.

Baca juga : Khofifah Ajarkan Pemuda Beri Kontribusi Bagi Pahlawan dan Veteran

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Gini Ratio per Maret 2017 adalah sebesar 0,393. Angka ini menurun sebesar 0,001 poin jika dibanding gini rasio September 2016 yang sebesar 0,394.

Bagi Mensos, penurunan koefisien Gini ini, tidak lepas dari andil Program Keluarga Harapan (PKH) yang tengah digalakkan pemerintah. Mensos menyatakan, dampak nyata PKH menurunkan angka kemiskinan juga dilansir oleh Kementerian Keuangan, tahun lalu.

Dampak nyata PKH dalam menurunkan angka kemiskinan dan Gini membuat pemerintah memutuskan untuk meningkatan jumlah kepesertaan PKH. Yakni dari 6 juta pada 2017 menjadi 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tahun 2018.

“Sebanyak 528.620 KPM ada di Jawa Timur. Dari jumlah itu, 13.562.ada di Kabupaten Pamekasan,” katanya lagi. Khofifah memastikan tekadnya untuk mengawal peningkatan kesejahteraan rakyat akan terus dibawa dimana pun medan pengabdian berada.

Itu akan bisa ditandai dari warna kerudung yang dikenakannya. “Jadi ini adalah bagian dari tekad saya untuk mengajak elemen bangsa lain yuk sama-sama kita mengatasi kemiskinan,” katanya.

“Nanti kalau saya pakai coklat kekuningan, itu berarti ingin menurunkan angka kemiskinan,” kata Mensos lagi.

Lihat juga : Terharu, Khofifah Teteskan Air Mata di Rumah Fatmawati

Mensos berada di Pamekasan menghadiri sejumlah agenda sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2017 di Surabaya.

Beberapa kegiatan yang dilakukan sepanjang pagi hingga siang tadi antara lain, pelepasan tim Lintas Batas Kesetiakawanan Sosial (LBKS) jalur lintas di Pendopo Bupati Pamekasan.

Di Pamekasan pula, dilakukan penyerahan bansos secara simbolis oleh Mensos. Yakni berupa bantuan sembako 500 paket , bantuan perlengkapan sekolah 150 paket, alat bantu disabilitas berupa alat bantu dengar 1 buah dan kursi roda 2 unit.

Mensos juga meninjauan lokasi LBKS seperti kegiatan mobil pintar, mobil sehat, pengukuran kaki tangan palsu, serta menyaksikan proses penyaluran bantuan KPM PKH non tunai oleh Bank BNI.

Tak lupa dilakukan pula penyerahan PATAKA KSN dari Bupati Pamekasan kepada Ketua Tim LBKS. [Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial RI]