Bupati Seluma, Bundra Jaya dan Ketua DPRD Seluma, Husni Thamrin menyepakati KUA-PPAS, Rabu (13/12/2017). (Foto: Sepriandi/Pedoman Bengkulu)

SELUMA, PB – DPRD Seluma menyelenggarakan Paripurna dengan agenda kesepakatan bersama antara pemerintah daerah dengan DPRD terhadap Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Seluma tahun 2018, Rabu (13/12/2017).

Sidang Paripurna yang di pimpin oleh Ketua DPRD Seluma Husni Thamrin, berlangsung singkat. Dalam penyampaian, Husni menerangkan bahwa pembahasan KUA/PPAS di selesaikan dalam waktu kurang dari 15 hari. Berbanding jauh dari waktu yang idealnya 90 hari kerja.

“Saya sampaikan, pada tanggal 20 November Pemda menyampaikan rancangan KUA dan tanggal 21 menyampaikan PPAS. Alhamdulillah, pembahasan draf KUA PPAS selesai dalam waktu kurang dari 15 hari,” kata Husni.

Husni mengingatkan, agar turunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Seluma setiap tahun, harus menjadi acuan bersama. Mengingat, kebutuhan anggaran semakin besar.

“Perlu menjadi catatan kita bersama karena angka pendapatan menurun pertahun. Dari tahun 2015 yang mencapai Rp 1 triliun, tahun 2016 turun menjadi Rp 900 miliar dan 2017 turun menjadi Rp 800 miliar,” Sambungnya.

Sementara itu, Sekda Seluma Irihadi mengatakan, pembahasan KUA PPAS telah dibahas sebelumnya sehingga, tinggal pembahasan tahap akhir oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Itu kan sudah dibahas sebelumnya tinggal diakhir. Kita mau semuanya diakomodir tapi tidak mungkin karena keterbatasan anggaran,”terang Irihadi.

Dia membantah terjadi penurunan PAD dari Rp 1 triliun ke Rp 900 miliar. Menurut Irihadi, PAD Kabupaten Seluma belum pernah menyentuh angka Rp 1 triliun.

“Yang satu triliun itu salah, PAD kita paling tinggi Rp 900 miliar,”jelas dia.
Diketahui, asumsi PAD Kabupaten Seluma tahun 2018 sebesar Rp 888 miliar. Belanja 903 miliar dan Surplus atau defisit sebesar Rp 25 miliar. [Sepriandi]