JAKARTA, PB – Jajaran Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) meminta masyarakat lebih berhati-hati dan bijak dalam bermedia sosial sebagai implementasi dari ajakan perubahan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

“Media sosial telah memberikan banyak kemudahan. Ini jangan sampai disalah gunakan.” ucap Deputi bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Prof. Agus Sartono di Kantor Kemenko PMK.

Menurut Agus, Dalam konteks perubahan yang cepat ini, peran media sosial menjadi sangat penting dalam menyampaikan pesan-pesan revolusi mental. Oleh karena itu, kata Agus, kita harus memberikan pemahaman terkait penggunaan media sosial yang baik dan cara pemanfaatannya untuk menyampaikan pesan positif.

“Jangan sampai media sosial hanya digunakan untuk sekedar upload foto atau memposting informasi yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain,” terang Agus.

Disisi lain, penggunaan media sosial khsususnya Whatsapp ternyata dianggap sebagai pemicu atas perceraian. Ambil contoh data yang diambil dari Pengadilan Agama (PA) kota Bekasi, ternyata sebanyak 2.231 pasangan bercerai sepanjang Januari-September 2017.

“Kita bersama-sama terus berupaya untuk mendorong masyarakt agar memanfaatkan media sosial sebaik mungkin,” jelas Agus.

Kemenko PMK dalam hal ini telah melakukan langkah-langkah koordinasi dengan K/L terkait.
Agus berharap media sosial bisa memberikan efek positif bukan negatif. Karena itu perlu sekali masyarakat khususnya kalangan pelajar diberikan edukasi terhadap penggunaan media sosial agar masyarakat bisa berpikir jauh dalam memanfaatkan media sosial.

“Melalui penerapan GNRM terhadap penggunaan media sosial, kita berharap potensi dan kreativitas masyarakt bisa lebih meningkat. Kita juga ingin para pelajar memahami betapa meruginya jika media sosial tidak dimanfaatkan sebaik mungkin,” tutur Agus. [AM/Adv]