JAKARTA, PB – Jajaran Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) terus mengajak masyarakat untuk menjaga, merawat, dan melestarikan warisan budaya Indonesia yang telah membentuk karakter bangsa Indonesia menjadi sebuah bangsa yang besar.

“Warisan budaya perlu menjadi perhatian semua pihak baik oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemangku kebudayaan serta masyarakat luas agar karakter bangsa ini tidak hilang ditelan zaman,” ucap Staf Ahli Menko PMK Bidang Multikulturalisme, Restorasi Sosial dan Jati Diri Bangsa, Haswan Yunaz di Kantor Kemenko PMK.

Hasman mengatakan bahwa di era modern kali ini Indonesia menghadapi banyak tantangan dan peluang dalam memajukan warisan budaya.

Lebih lanjut, Hasman menyampaikan bahwa kurang optimalnya pelestarian dan pengelolaan warisan budaya akan berdampak pada menurunnya identitas jati diri sebagai bangsa yang berkepribadian dalam berkebudayaan sebagaimana dicetuskan oleh Presiden Soekarno dalam Trisakti.

Haman menjelaskan bahwa dalam rangka terciptanya pengaturan di bidang kebudayaan secara sinergi dan terintegrasi perlu dilakukan koordinasi, sinkronisasi dan pengendalian (KSP).

Sebelumnya, Menko PMK juga telah menetapkan Surat Keputusan Kemenko PMK No 20/2016 tentang Tim Koordinasi Pelestarian dan Pengelolaan Warisan Budaya dan Alam Indonesia.

Disisi lain, Kepala Bidang Sejarah dan Warisan Budaya, Kemenko PMK, Dohardo Pakpahan mengatakan bahwa potensi dan pemanfaatan warisan budaya Indonesia masih terbuilang minim, begitu pula produk-produk budaya yang dihasilkan, belum lagi kerusakan-kerusakan cagar budaya yang terus terjadi, perlu penanganan bersama untuk solusinya.

“Inventarisasi dan penetapan objek/situs/kawasan yang tergolong warisan nasional dan daerah nampaknya perlu diperkuat kembali agar lebih optimal,” terang Djoharjo.

Kemenko PMK dalam hal ini telah melakukan langkah-langkah koordinasi dengan Kementerian dan Lembaga terkait, khususnya dengan Pemda (Provinsi/Kabupaten/Kota) serta pemangku kepentingan lainnya agar dilakukan dengan prinsip gotong royong.

“Saat ini kita harus melakukan kerjasama secara menyeluruh agar mendatangkan manfaat yang besar bagi pelestarian dan pemanfaatan warisan budaya-alam dunia kita,” kata Dohardo. [AM/Adv]