JAKARTA, PB – Pemerintah terus melakukan langkah inovasi dalam merancang skema pembiayaan yang lebih luas dengan tidak hanya mengandalkan anggaran dari APBN dalam membangun infrastruktur.

Hal inilah yang mendorong pemerintah untuk bekerjasama dengan pihak swasta dan BUMN agar terlibat dalam mendanai infrastruktur atau mempercepat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dibutuhkan.

Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani juga mengakui bahwa langkah ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara cepat, baik dalam jangka pendek maupun menengah.

“Untuk mempercepat kemajuan pembangunan nasional dan pembangunan sumber daya manusia maka sinergi antara pemerintah, dan swasta sangat diperlukan,” kata Menko Puan saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Rapimnas KADIN) 2017 di Hotel Radisson, Batam (14/12) lalu.

Menurut Puan, keterlibatan swasta dalam percepatan pembangunan nasional menjadi hal yang sangat strategis. Mengingat, kata Puan, kapasitas APBN masih belum memadai untuk mempercepat pembangunan.

“Masih sekitar 15 persen dari PDB, sementara 85 persen PDB lainnya itu bersumber dari kegiatan perbankan, ekonomi kerakyatan, industri termasuk swasta,” terang Puan.

Menukil Hasil studi Dana Moneter Internasional (2014) menunjukkan, kenaikan investasi infrastruktur publik akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, baik jangka pendek maupun menengah.

Satu persen kenaikan investasi infrastruktur publik di negara berkembang bakal meningkatkan output sebesar 0,1 persen pada tahun tersebut, dan 0,25 persen empat tahun kemudian.

Ini menunjukkan bahwa keterlibatan swasta akan memberikan pengaruh positif terhadap pembangunan.

Dalam hal ini, Puan juga menjelaskan bahwa saat ini pemerintah telah membangun tujuh pos lintas batas negara (PLBN) yaitu di kalbar (Entikong, Badau, Aruk), di NTT (Motaain, Motamasin, Wini), di Papua (Skouw).

Karena itu, Puan juga berharap swasta bisa bermitra dengan Desa dan menjadikan Desa sebagai desa binaannya.

“Misalnya 1 Perusahaan membina 5 Desa dengan Program tertentu, hal ini tentu akan memberikan manfaat bersama,” Puan menjelaskan.

Diingatkannya juga, bahwa di tahun 2018, Indonesia akan menjadi tuan rumah ASIAN Games 2018. Ia pun mengajak swasta selain menjadi sponsor juga ikut serta dalam program Wisata, Kuliner, Shopping, UMKM, dan Pasca Event. [AM/Adv]