JAKARTA, PB – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan masyarakat penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bisa memilih beras sesuai dengan kualitas yang diinginkan.

“Pada tahun 2018, kita akan menyalurkan BPNT sebanyak 10 juta untuk masyarakt miskin. Melalui bantuan ini, masyarakat tidak perlu takut lagi soal kualitas beras, mereka bisa memilih beras-telur,” ucap Menko Puan Maharanai di Kantornya.

Sebelumnya, Menko Puan menjelaskan bahwa BPNT ini akan dilakukan secara masih pada awal tahun 2018 dan secara bertahap mulai Januari 2018 dan Februari 2018, dilanjutkan bulan Juli dan Agustus 2018.

Dengan basis data dan transaksi yang lebih tercatat dengan baik, diharapkan penyaluran bantuan pangan bisa lebih tepat sasaran dan tepat waktu kepada penerima.

“Dengan begini, tidak ada lagi pelaksanaan teknis yang mengganggu jalannya distribusi pangan non tunai,” ujar Puan Maharani di Kantornya. Puan menambahkan, Tahun depan ada 98 kota dan 118 kabupaten di Indonesia akan mendapat bantuan jenis ini.

Puan juga menjelaskan, BPNT ini nantinya akan disalurkan melalui kartu yang lebih dikenal dengan e-wallet dan nantinya akan didistribusikan oleh bank-bank Himbara kepada warga miskin.

“Dalam pelaksanaannya ini kami berharap bahwa pelaksanaan BPNT bisa berjalan sesuai yang kita harapkan, bantuan bisa tepat sasaran by name by adress,” puan menjelaskan.

Terkait pelaksanaan, puan mengatakan, persiapan BPNT tahun 2018 sudah ada mekanisme kerja tim pengendali yang diketuai oleh Menko PMK, dengan wakilnya dari Kepala Bappenas, dan didukung 16 kementerian lembaga, plus gubernur BI dan Ketua OJK. Kurang lebih 75.500 e-warung yang akan mendukung pelaksanaan BPNT. [AM/Adv]