JAKARTA, PB – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menjelaskan bahwa pemerintah terus melaksanakan komitmen untuk memperluas akses pendidikan bagi pemuda-pemudi di Indonesia. Salah satunya melalui pemberian Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (BIDIKMISI).

“Jumlah penerima Bidikmisi terus meningkat selama 3 tahun terakhir dari 248.600 Mahasiswa di tahun 2015 menjadi 401.500 Mahasiswa pada tahun 2018” ujar Menko Puan saat memberikan keynote speech pada Pembukaan Rapimnas Kadin di Batam (14/12).

Selain itu, Menko Puan juga menegaskan bahwa kolaborasi Pemerintah dan pihak swasta sangat strategis untuk mempercepat pembangunan nasional dan juga mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal.

Hal ini tidak lepas dari persentase APBN yang hanya 15 persen dari PDB dan 85 persen lainnya bersumber dari kegiatan perbankan, ekonomi kerakyatan, industri termasuk swasta.

Menko Puan juga menambahkan bahwa saat ini pemerintah telah membangun tujuh pos lintas batas negara (PLBN) di berbagai provinsi seperti Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, dan di Papua.

“Saya berharap agar dapat bermitra dengan Desa dan menjadikan Desa sebagai binaannya (misalnya 1 Perusahaan membina 5 Desa, dengan Program tertentu, yang dapat memberikan manfaat bersama)” jelas Menko Puan.

Terakhir, Menko Puan juga mengingatkan agar pihak swasta dapat berkontribusi dalam gelaran Asian Games 2018 dengan menjadi sponsor dan ikut serta dalam program wisata, kuliner, UMKM dan pascaevent.

“Swasta memiliki banyak jaringan di daerah, sementara pemerintah memiliki keterbatasan. Karenanya keterlibatan swasta dalam pembangunan SDM sangat dibutuhkan” pungkas Menko Puan. [AM/Adv]