Published On: Kam, Des 7th, 2017

Ridwan Mukti dan Lily Dituntut 10 Tahun Penjara serta Denda Rp400 Juta

Sidang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang dipimpin oleh Hakim Admiral di Pengadilan Tipikor Bengkulu atas Terdakwa Gubernur non Aktif Ridwan Mukti, Kamis (7/12). [Foto Ifan Salianto/Pedoman Bengkulu]

BENGKULU, PB – Terdakwa kasus fee proyek pembangunan jalan Provinsi Bengkulu, Gubernur Bengkulu non aktif, Ridwan Mukti (RM) dan terdakwa Lily Martiani dituntut 10 penjara dan denda Rp400 juta oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK dalam sidang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang dipimpin oleh Hakim Admiral di Pengadilan Tipikor Bengkulu, Kamis (7/12).

JPU menilai keduanya terbukti telah bersama-sama melakukan Tindak Pidana Korupsi dan melanggar pasal 12 huruf (a) Undang-undang tindak pidana korupsi junto pasal 55 KUHP.

“Kejahatan suap dan sejenisnya terjadi saat ini bukan karena faktor ekonomi saja, melainkan terjadi atas dasar pertemuan, kesempatan dalam penyelenggara pemerintah di Indonesia,” ujar JPU KPK, Hairudin.

Tuntutan berdasarkan fakta persidangan dan penyampaian keterangan dari 21 saksi serta 5 orang saksi Adechard serta keterangan saksi ahli dan realita yuridis.

“Kami menilai dari fakta persidangan, barang bukti serta keterangan dari saksi di persidangan semua unsur telah terpenuhi,” ujar Hairudin.

Sebelumnya, dua terdakwa kasus fee proyek jalan Provinsi Bengkulu ini, Ridwan Mukti dan Lily Martiani Maddari dijerat dengan pasal yang sama yakni, pasal 12 huruf (a) dan pasal 11 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.

Apabila terbukti bersalah, dan mengacu pada pasal tersebut, maka ketiganya dapat dipidana penjara seumur hidup atau serendah-rendahnya, dipenjara 4 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

Sementara, ancaman denda paling sedikit Rp200 juta, dan paling banyak Rp 1 miliar. Sedangkan ancaman dalam pasal 11, mereka terancam pidana kurungan penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun. Denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp250 juta.

Pantauan Pedoman Bengkulu, sidang pembacaan amar tuntutan dikawal ketat oleh pihak kepolisian. Sidang tampak ramai dihadiri massa pendukung RM. [Ifan Salianto]

1,309 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

iklan khusus