Bupati Bengkulu Utara, Mian

BENGKULU UTARA, PB – Rencana Kementerian Dalam Negeri yang bakal merevisi tapal batas wilayah Bengkulu Utara – Lebong ditanggapi oleh Bupati Bengkulu Utara, Mian dan DPRD Bengkulu Utara.

Mian menegaskan siap pasangan badan mempertahankan tapal batas tersebut. Namun, Mian menyatakan perlu ada penyelesaian dengan kepala dingin dan cara-cara yang baik. Dia juga menyarankan penyelesaian dengan cara duduk bersama.

“Kita siap meninggalkan tugas di daerah ini, asalkan gubernur memfasiltasi dua kabupaten ini bertemu. Dan kita siap menjelaskan sesuai dengan aturan yang sudah ada,” kata Mian kepada Pedoman Bengkulu, baru-baru ini.

Dijelaskan Mian, Surat Keputusan Menteri nomor 20 dan Fatwa Mahkamah Agung sudah sangat jelas mengatur batas wilayah dua kabupaten ini. Karena itu, Mian melihat ada kejanggalan jika Dirjen eselon I Kemendagri mengangkangi aturan tersebut.

Wakil Ketua I DPRD Bengkulu Utara, Bambang Irawan

Sikap senada disampaikan Wakil Ketua I DPRD Bengkulu Utara, Bambang Irawan bahwa surat dari Kemendagri yang ditandatangani oleh dirjen sangat menguntungkan Lebong.

“Mari kita tunduk pada aturan yang ada sajalah, Permendagri nomor 20 tahun 2015 dan Fatwa MA kan disana sudah jelas batas-batas yang sah,” ungkap Bambang Jumat (1/12/2017)

Terkait bakal adanya pertemuan yang difasilitasi Gubernur, Bambang menyatakan kesiapannya untuk hadir.

“Sama dengan bupati, kami wakil rakyat siap mempertahankan batas Bengkulu Utara tersebut,” katanya.

Bambang juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang, khusus untuk kontraktor yang mengerjakan Gapura, ia memohon proyek tersebut dilanjutkan karena sudah menguras uang APBD. [Evi Kusnandar]