SELUMA, PB – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Seluma Zaimi Tuhib mengatakan, dari 182 Desa di Kabupaten Seluma, sudah 90 persen mempunyai Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Namun, yang aktif hanya 50 persen.

“Sudah terbentuk tapi tidak ada kegiatan, yang ada kegiatan paling baru 50 persen,” kata Zaimi kepada Pedoman Bengkulu belum lama ini.

Menurut dia, pihaknya tidak terlalu mengetahui apa saja kegiatan Bumdes. Namun, sudah dipastikan, hampir setiap desa telah memiliki Bumdes.

“Harapan kita agar Bumdes yang ada menjadi motivasi desa lain untuk membuat kegiatan,” tambah dia.

Kepala Desa Lawang Agung Kecamatan Air Periukan, Kirman Effendi menyebutkan, di desanya telah ada Bumdes yang diberi nama Bumdes Jaya Mandiri. Bergerak di 12 unit usaha yang diatur dalam Peraturan Desa (Perdes).

“Ada 12 unit usaha seluruhnya merupakan kegiatan Bumdes,” kata Kirman.

Kegitan Bumdes Jaya Mandiri yaitu, unit usaha Waserda, simpan pinjam, penyewaan pakaian pesta, sumber air, objek wisata, transportasi, home industry, kerajinan rakyat, perikanan darat, peternakan, pertanian industri dan usaha lainnya.

“Kita sudah melahirkan produk olahan pepaya california dalam bentuk kerupuk. Ada juga salai ikan lele yang sudah menambah PAD desa,” jelas Kirman.

Berbeda dengan penyampaian kepala dinas PMD, menurut Kirman, di Kabupaten Seluma, baru ada 10 desa yang mempunyai Bumdes. Dan 10 Desa ini benar telah ada aktifitas pengolahan Sumber Daya Alam (SDA) di Desa masing-masing.

“Saya kurang tahu kalau ada yang baru mendaftar. Yang saya tahu hanya 10 desa,” ucap Kirman.

Dia mengatakan, setiap Bumdes diatur dalam Peraturan Desa (Perdes), dan Perdes yang disahkan berdasarkan evaluasi Pemerintah Kabupaten. [Sepriandi]