Rapat mediasi antara warga dan perusahaan di Kantor Desa Kembang Seri, Rabu (9/01/2018)

BENGKULU SELATAN, PB – Aksi pemblokiran jalan menuju lahan perkebunan milik PT Agro Bengkulu Selatan (ABS) berbuntut panjang. Belum lagi dibayarkan ganti rugi yang dituntut warga, kini perusahaan malah menambah masalah. Sebanyak 19 orang karyawan lepas yang bekerja dirumahkan sementara waktu oleh perusahaan. Mayoritas karyawan yang dirumahkan tersebut merupakan penduduk desa di sekitar perusahaan.

“Sementara ini ada 19 warga yang melapor telah dirumahkan sementara oleh PT ABS. Alasan perusahaan, karena jalan diblokir, mereka tidak bisa angkut pupuk masuk dan mengeluarkan hasil panen,” jelas Camat Pino Raya Efredy Gunawan kepada Pedoman Bengkulu, Kamis (11/1/2018).

Menyikapi hal tersebut, lanjut Efredy Gunawan, pihak kecamatan telah mengupayakan mediasi antara warga dan perusahaan dengan menggelar rapat pada 9 januari 2018 di Kantor Desa Kembang Seri. Kesimpulan rapat memberi tempo waktu paling lama tanggal 23 januari 2018 kepada PT ABS untuk menyelesaikan ganti rugi tanam tumbuh dengan warga.

“Tanggal 23 itu paling lambat, kalau bisa besok itu malah lebih baik. Setelah masalah ganti rugi selesai, maka jalan yang diportal harus dibuka dan perusahaan dipersilahkan melewati jalan. Begitu pula dengan 19 warga yang dirumahkan tadi harus dipekerjakan kembali. Kasihan, yang dirumahkan atau diistirahtkan bekerja itu kan banyak ibu-ibu, ada juga bapak-bapak. Mereka itu mengeluh, ada yang punya hutang bank, ada yang mau bayar kredit. Sementara bekerja lagi istirahat,” urai Efredy.

Turut hadir pada rapat tersebut Kapolsek Pino Raya Iptu Sugiyo, Sekcam Pino Raya Achmad Darwinto, Kepala Desa Kembang Seri dan dari Manajemen PT ABS diwakili oleh bagian Humas.

“Menanggapi hasil rapat itu, pihak PT ABS belum bisa memutuskan. Mereka mau membahas persoalan ini dengan pihak manajemen. Yang jelas pada tanggal 23 nanti akan saya ingatkan kepada perusahaan, apakah sudah selesai atau belum,” pungkas Efredy Gunawan.

Sekedar mengingatkan, Rabu (13/12/2017) yang lalu beberapa warga Pino Raya memblokir jalan menuju lokasi perkebunan PT ABS. Ini dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus menuntut perusahaan agar membayar ganti rugi lahan dan tanam tumbuh yang belum dibayarkan perusahaan.

Sebelumnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan juga pernah memfasilitasi pertemuan antara warga dan perusahaan, namun masih belum menemukan solusi. [Apdian Utama]