Rumah Dinas Bupati Bengkulu Selatan

BENGKULU SELATAN, PB – 17 Februari 2018 mendatang, genap dua tahun Dirwan Mahmud menjabat Bupati Bengkulu Selatan.

Dalam masa kepemimpinannya ini Dirwan lebih memilih tinggal di rumah pribadinya daripada di rumah dinas.

Tahun lalu, Pemerintah Daerah menganggarkan perehaban rumah dinas Bupati sebesar Rp 1,7 Miliar. Pasca direhab, Bupati diminta tinggal di rumah dinas.

“Memang selama ini ada anak dan isterinya yang tinggal di rumah dinas. Tapi sebaiknya Bupati yang menempati. Kan namanya rumah dinas Bupati. Apalagi ini baru selesai direhab,” tegas Anggota Komisi I DPRD Bengkulu Selatan Supin saat ditemui awak media ruang komisi, Sabtu (6/1/2018).

Menurut Supin, dengan ditempatinya rumah dinas, maka sebagian urusan dinas yang tidak terselesaikan di kantor bisa dikerjakan di rumah dinas. Begitu juga dengan tamu yang berhubungan dengan tugas kedinasan sebaiknya diterima di rumah dinas, bukan di rumah pribadi.

“Saya belum pernah bertamu ke rumah pribadinya yang di kolam tu. Karena urusan dinas ya harus di kantor atau di rumah dinas. Kalau urusan pribadi ya baru di rumah pribadi. Kebetulan pula selama ini saya belum ada urusan pribadi sama pak Dirwan. Mungkin kalau beliau tinggal di rumah dinas baru saya bertamu dengan beliau,” ujar Supin ramah.

Anggota Komisi I DPRD Bengkulu Selatan, Supin

Hal senada juga diungkapkan oleh Tokoh Pemuda Pino Raya yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Keorganisasian dan Kaderisasi Pemuda Muhammadiyah Bengkulu Selatan, Jerly Biterfin. Menurut Jerly, keengganan Bupati menempati rumah dinas merupakan salah satu bentuk ketidakkonsistenan dengan ucapan beliau pada saat kampanye.

“Pada saat kampanye Pilkada dulu beliau selalu mendengung-dengungkan Rumah Dinas Rumah Rakyat, rakyat terbuka bertamu dan bertemu beliau serta makan minum di rumah dinas, itu pada waktu kampanye. Tapi sekarang beliau saja malas-malasan tinggal di rumah dinas. Itu rumah dinas Bupati, seharusnya Bupati juga tinggal di sana, bukan hanya anak isterinya saja,” jelas Jerly kepada Pedoman Bengkulu

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Bengkulu Selatan berpendapat bahwa bupati tinggal di rumah dinas atau tidak bukanlah suatu permasalahan yang mendasar.

“Masalah ditempati atau tidak itu bukan suatu masalah yang mendasar. Bukankah ditempati keluarga Bupati Bengkulu Selatan yang notabenenya isteri dan anak-anaknya. Kalau masalah kampanye rumah dinas rumah rakyat, kan sudah selama ini memang rumah dinas itu rumah rakyat. Karena dibuat pakai uang rakyst yang bersumber dari APBD. Jadi yang mana yang belum dijadikan rumah rakyat,” tulis Dodi Martian menjawab pertanyaan Pedoman Bengkulu melalu aplikasi WhatsApp. [Apdian Utama]