BERTEMPAT di Aula Kampus, Universitas Hazairin SH (Unihaz) Bengkulu menyelenggarakan Workshop Open Journal System (OJS) Management Menuju Akreditasi Nasional dan Indeksasi Jurnal.

Workshop Open Journal System (selanjutnya disingkat menjadi OJS) ini merupakan sosialisasi program dan kebijakan akreditasi/indeksasi jurnal dalam pengembangan jurnal elektronik (e-journal) dan pengelolaannya.

Mengusung tema ‘Tatakelola Jurnal Elektronik Menuju Akreditasi Nasional’, workshop OJS ini diikuti oleh 47 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Bengkulu.

Dalam keterangannnya kepada awak media, Ketua Panitia Workshop OJS, Parwito menyampaikan bahwa workshop ini terselenggara atas kerjasama Unihaz Bengkulu dengan Relawan Jurnal Indonesia (RJI) serta diisi oleh 3 narasumber yakni Andri P Kesnawan ketua RJI pusat, Hardivizon Ketua RJI Bengkulu dan Danner Sagala.

Sementara itu dalam penyampaian materinya, Andri P Kesnawan mengatakan bahwa jurnal ilmiah adalah ruh dari eksistensi sebuah perguruan tinggi. Indikasi kemajuan sebuah perguruan tinggi salah satunya diukur melalui kemampuannya dalam pengelolaan dan manajemen jurnal ilmiah.

Tentu saja, kata dia, kualitas pengelolaan jurnal juga harus diimbangi dengan penelitian aktif oleh para dosen yang hasilnya dipublikasikan melalui jurnal bereputasi, baik nasional maupun internasional.

Berdasarkan pantauan Pedoman Bengkulu, para peserta dalam acara ini sangat antusias dalam mengikuti materi demi materi.

Wakil Rektor I Unihaz Bengkulu, Dr Edwar MPd saat dikonfirmasi mengatakan bahwa workshop tersebut dilaksanakan dengan model aplikasi dan simulasi langsung dengan berbagai peran yang ada di dalam OJS, sehingga peserta dapat memahami dan menjalankan tugas yang harus mereka lakukan.

Setiap peserta diharuskan melaksanakan masing-masing peran yang ada, khususnya peran yang terkait dengan editorial atau penyuntingan artikel. Peran yang disimulasikan meliputi peran sebagai autor (penulis artikel), editor (penyunting), dan reviewer (peninjau).

Setiap langkah dalam proses penerbitan artikel disimulasikan oleh seluruh peserta dengan beberapa peran dan saling silang peran, sehingga seluruh peserta memahami peran yang harus dilakukan oleh masing-masing.

“Semoga workshop OJS ini memberikan kontribusi positif untuk para peserta, dan diharapkan kedepannya seluruh perguruan tinggi yang ada di Provinsi Bengkulu mampu menjalankan OJS ini dengan baik,” tutup Edwar. [Nurhas Bunaida]