BANYAK orang percaya bahwa minyak kelapa dapat membantu mencegah berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung. Tampaknya ini bukan sekadar mitos belaka.

Sebuah studi yang dilakukan para peneliti di University of Cambridge menemukan bahwa minyak kelapa dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan strok. Untuk penelitian ini, Profesor Kay-Tee Khaw dan Profesor Nita Forouhi mengamati 94 orang berusia antara 50–75 tahun yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes.

Para peneliti membagi peserta menjadi tiga kelompok dan masing-masing diminta untuk mengonsumsi 50 gram (kira-kira tiga sendok makan) minyak kelapa, minyak zaitun extra virgin, dan mentega setiap hari selama empat minggu.

Hasilnya mengungkapkan, peserta yang mengonsumsi mentega mengalami peningkatan kadar kolesterol “jahat” (LDL) sebanyak 10 persen. Sementara itu, kadar kolesterol LDL peserta yang mengonsumsi minyak zaitun sedikit mengalami penurunan, dan kolesterol “baik” (HDL) meningkat 5 persen.

Sedangkan, mereka yang mengonsumsi minyak kelapa kadar kolesterol HDL-nya naik sebesar 15 persen. Temuan ini membuat periset yakin bahwa minyak kelapa bisa menurunkan risiko penyakit jantung dan strok. Meski demikian, mereka menekankan bahwa penelitian ini hanya bersifat jangka pendek.

Pedoman Diet Amerika 2010 menyarankan untuk mengonsumsi tidak lebih dari 10 persen kalori yang berasal dari lemak jenuh (untuk diketahui, minyak kelapa terdiri atas 84 persen lemak jenuh).

Misalnya, Anda makan 2,000 kalori per hari, berarti harus membatasi asupan lemak jenuh di bawah 22 gram. Sementara dalam satu sendok minyak kelapa terdapat 11,8 gram lemak jenuh, atau hampir 90 persen dari kebutuhan lemak jenuh sudah terpenuhi.

Walaupun hasil penelitian menemukan bahwa minyak kelapa dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung, bukan berarti Anda dapat mengonsumsinya berlebihan. Karena jika asupannya terlalu banyak, kadar kolesterol darah justru dapat meroket. [Gerardus Septian Kalis]