Anggota DPD RI Riri Damayanti John Latief

BENGKULU, PB – Senator termuda Indonesia, Riri Damayanti John Latief, menyatakan kesiapannya untuk kembali mengemban amanah sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) pada Pemilihan Umum (Pemilu) tahun depan.

“Mohon doa restu kepada seluruh keluarga, kerabat, dan masyarakat Bengkulu. InsyaAllah 2019 saya akan kembali berjuang di Pemilu,” kata Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma-Manna-Kaur (SEMAKU) itu kepada jurnalis, Rabu (24/1/2018).

Riri menyadari bahwa perjuangan yang akan ia lakukan akan terhenti tanpa partisipasi dan dukungan dari semua pihak. Apalagi saat ini, anggota Kaukus Perempuan Parlemen RI (KPP RI) 2014-2019 ini harus telah memulai untuk mengumpulkan dukungan.

“Dukungan seluruh pihak, tentunya akan menjadi tonggak keberhasilan perjuangan ini. Sebagai syarat pencalonan, saat ini saya sedang mengumpulkan dukungan KTP dari seluruh masyarakat Bengkulu,” ujar Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai (PJPP) 2015-2019 itu.

Selama ini, Wakil Ketua Kwartir Daerah (KWARDA) gerakan pramuka Bengkulu 2016-2021 ini berupaya untuk selalu menjadi terdepan dari generasi muda yang memberikan sumbangsih atas berbagai gerakan anti Narkoba. Ia berharap, upayanya tersebut dapat berlanjut.

“Doakan semoga lancar. Aamiin,” tutup Dewan Pembina Badan Koordinasi Pendidikan Al-Qur’an dan Keluarga Sakinah Indonesia (BKPAKSI) Kota Bengkulu 2017-2022 tersebut.

Riri Damayanti John Latief, S.Psi menjadi Senator termuda Indonesia karena usianya baru 24 tahun ketika dilantik sebagai anggota DPD RI pada 1 Oktober 2014.

Dengan niat mengabdikan diri untuk membangun tanah kelahirannya, berbagai upaya telah dan terus akan dilakukan oleh anak pertama pasangan John Latief dan Leni Haryati ini.

Ratusan desa telah didatangi oleh perempuan kelahiran Bengkulu 4 Februari 1990 itu. Ia menelusuri setiap permasalahan secara langsung dari sumbernya, menyalami petani, bertatap muka dengan nelayan, berdiskusi dengan mahasiswa, menjabat tangan para buruh dan pekerja, memastikan bahwa ia memang membawa suara rakyat Bengkulu yang telah memberikannya amanah.

Ia juga telah menjumpai ratusan pemangku kebijakan di Bengkulu untuk menyerap dan menghimpun aspirasi daerah agar dapat diperjuangkan dan direalisasikan oleh Pemerintah Republik Indonesia. [Gayatri Sukarti]