Riri Damayanti John Latief saat diwawancarai jurnalis

JAKARTA, PB – Senator termuda Indonesia Riri Damayanti John Latief mengimbau kepada Pemerintah Daerah di Bengkulu untuk mempercepat pelaksanaan langkah-langkah antisipatif dalam mengendalikan naiknya harga komoditas beras di pasar nasional.

Menurut Riri, bila langkah-langkah antipatif itu tidak segera dilakukan, bertambahnya penduduk miskin secara signifikan akan menjadi momok yang menakutkan, baik bagi Pemerintah Daerah itu sendiri, maupun bagi masyarakat secara keseluruhan.

“Saat ini harga beras kemasan plastik berbagai ukuran dan merk secara nasional naik. Termasuk di Bengkulu. Kenaikannya bisa lebih dari Rp10 ribu per karung. Ini harus segera diantasipasi,” kata anggota Komite III DPD RI itu, Rabu (17/1/2018).

Baca juga : Ribuan Warga Larut dalam Kebahagiaan Pernikahan Riri dan Nico

Wakil Ketua Kwarda Gerakan pramuka Bengkulu 2016-2021 ini memberikan apresiasi atas koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang lansung dipimpin oleh Plt Gubernur Rohidin Mersyah, beberapa waktu yang lalu. Menurut Riri, ini cermin pemerintahan yang responsif.

“Plt Gubernur sudah menginstruksikan agar operasi pasar, pembelian gabah petani, distribusi Rastra, subsidi harga beras dari pemerintah dan pembuatan regulasinya segera dilaksanakan. Saya selaku Senator berharap Pemerintah Daerah di kabupaten/kota bisa melaksanakan instruksi ini dengan baik,” ungkapnya.

Selaku wakil rakyat di Parlemen, Riri berharap Pemerintah RI mengkaji ulang kebijakan impor beras. Sebab, masuknya impor beras saat ini akan terbentur dengan masa panen raya. Menurut Riri, ini akan sangat merugikan petani.

“Stok beras kita di Bengkulu kan aman. Apalagi nanti saat musim pasca panen. Dan upaya-upaya Pemerintah Provinsi untuk terus meningkatkan produktifitas petani terus berjalan,” demikian Riri.

Untuk diketahui, Bank Indonesia Bengkulu belum lama ini merilis, kenaikan harga beras akan mengancam laju inflasi di Bengkulu. Sementara Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu menyebutkan bahwa komoditas beras merupakan penyumbang terbesar bertambahnya penduduk miskin di Bengkulu. [Gayatri Sukarti]