Helmi Hasan bersama warganya ketika menjabat sebagai Walikota Bengkulu periode 2013-2018

BAKAL Calon Walikota Bengkulu periode 2018-2023, Helmi Hasan, tengah mempersiapkan rencana untuk melakukan khuruj fisabilillah selama empat bulan kedepan.

Dengan kepergiannya itu, Helmi memastikan tidak mengikuti masa kampanye Pemilihan Walikota (Pilwakot) 2018 dan memilih pasrah terhadap keputusan langit.

“Saya bersyukur kalau masyarakat Kota Bengkulu ndak pilih saya di Pilwakot,” kata Helmi Hasan kepada jurnalis saat ditanya mengenai rencana kepergiannya, Selasa (23/1/2018).

Jauh sebelum tahapan Pilwakot berlangsung, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini telah menegaskan tidak akan mencalonkan diri kembali. Ia juga tidak pernah mendaftarkan diri ke partai politik manapun yang melakukan penjaringan calon kepala daerah.

Namun realitasnya, Helmi Hasan dicalonkan oleh Partai Hanura dan PPP sebagai Wakil Gubernur di Lampung. Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahkan langsung mengumumkan namanya selaku calon Wakil Gubernur dari Partai Demokrat mendampingi Calon Gubernur incumbent Ridho Ficardo tanggal 7 Januari 2018 yang lalu.

Termasuk di Kota Bengkulu, sejumlah partai mendesak untuk mencalonkan Helmi. Diantaranya Partai Gerindra, Demokrat dan PAN. Meski semula memilih Lampung, namun jelang penutupan pendaftaran peserta Pilwakot, Helmi memenuhi desakan konsituennya di Bengkulu.

“Kekuasaan itu given (diberikan, red). Amanah yang sangat berat. Semoga Allah SWT tolong kita sebagaimana para sahabat,” ucap Helmi.

Helmi menghimbau kepada semua pihak untuk meningkatkan iman dan amal, menolong, mencintai, dan menyayangi yang di bumi agar yang di langit menolong, mencintai, dan menyayangi mereka.

“Pilihlah karena Allah SWT agar Allah SWT menurunkan keberkahan di Kota Bengkulu tercinta. Jadikan Pilwakot jadi momentum untuk lebih mendekatkan diri pada Allah SWT. Dunia sementara akhirat selamanya. Dunia bukanlah tempat tinggal tapi tempat meninggal. Jangan berpecah belah. Jangan saling ghibah dan fintah. Mari saling memuliakan, saling mendoakan,” ungkapnya.

Mengutip surat Ali ‘Imran ayat 26, Helmi menilai bahwa Tuhan telah mempunyai rencana untuk hamba-hamba-Nya.

“Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu,” demikian Helmi.

Antonio Wijaya, Jurnalis Pedoman Bengkulu