MUKOMUKO, PB – Guna menangkal potensi gerakan radikalisme di wilayah hukum Provinsi Bengkulu sangat diperlukan sinergisitas antar instansi khususnya TNI dan Polri.

Kondisi ini akan tercapai dengan maksimal jika antara kedua aparatur hukum tersebut aktif untuk saling tukar informasi dalam memantau gerakan radikalisme di wilayah tersebut.

“TNI dan Polri sudah sepakat mengenai ini. Saya yakin, jika ada potensi gerakan radikal pak Kapolda bisa menjaganya dan sepakat untuk menginformasikannya. Jangan sampai radikalisme tumbuh di daerah ini karena keberadaan kelompok radikal ini bisa merusak tata kehidupan masyarakat di sini,” tegas Panglima Kodam II Sriwijaya Mayor Jenderal TNI AM Putranto usai meresmikan Markas Komando Distrik Militer (Kodim)/0428 Kabupaten Mukomuko, Jumat (19/1).

Sementara itu, Kapenrem 041/Gamas, Mayor Inf David Suardi mengatakan, prosesi peresmian Markas Kodim/0428 Mukomuko yang dimulai dengan upacara berjalan dengan sangat lancar.

Kegiatan dihadiri oleh sejumlah petinggi Provinsi Bengkulu seperti Bupati Mukomuko Choirul Huda, Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Drs Coki Manurung, Kapolres Mukomuko AKBP Yayat Ruhiyat, dan Kepala Kejaksaan Negeri Mukomuko Agus Irawan Yustisianto.

“Selesai melakukan peresmian, acara langsung dilanjutkan dengan penanaman pohon di Halaman Markas Kodim baru tersebut,” ujar Mayor David.

Simak juga : Mayor David: Memberikan Rasa Aman Tanggung Jawab Bersama

Ditambahkan David, saat ini, operasional dan Personil Kodim/0428 baru terpenuhi 60 persen. Namun, setelah peresmian akan di tetapkan komandan Kodim dan penambahan personel Kodim sesuai dengan peta penjadwalan.

“Peresmian Kodim/ 0428 seharusnya dilaksanakan Kamis (18/01) tepatnya kemarin. Tetapi, akibat suatu kendala peresmian tersebut di tunda dan di laksanakan pada hari ini,” tegas Mayor Inf David. [Ardiyanto]