[Tentara Amerika Serikat/Hovering Hawks]
Kita tentu mafhum, United States of America (USA) atau Amerika Serikat (AS) masih merupakan kekuatan superpower di dunia. Sekalipun Rusia dan China berusaha mengimbangi, tetapi negeri Paman Sam ini tetap merupakan yang paling adikuasa.

Untuk anda ketahui, saat ini AS punya 800 pangkalan militer resmi di 80 negara di dunia. Ini belum menghitung penempatan militer AS di keduataan atau misi-misi tertentu. Jumlahnya bisa 1000-an basis/pangkalan militer.

David Vine, penulis Base Nation: How U.S. Military Bases Overseas Harm America and the World, mencatat bahwa hanya ada 11 negara lain di dunia yang punya pangkalan militer di luar negaranya. Itupun jumlahnya, kalau semua negara itu digabung, tidak lebih dari 70 pangkalan.

Rusia, saingan terberat AS, hanya punya 26-40 pangkalan militer di sembilan Negara. Sebagian besar negara itu adalah bekas Uni Soviet, ditambah Vietnam dan Suriah. Inggris, Perancis dan Turki masing-masing punya 4 sampai 10 pangkalan. Sedangkan India, Cina, Jepang, Korea Selatan, Jerman, Italia, dan Belanda, masing-masing hanya punya 1 sampai 3 pangkalan.

Fakta-fakta itu terungkap dalam Konferensi tentang Pangkalan Militer di Universitas Baltimore, Maryland, Amerika Serikat, pada 12-14 Januari lalu. Pertemuan yang digagas oleh Coalition Against US Foreign Military Basesmenghadirkan 200-an aktivis perdamaian, lingkungan dan gerakan sosial dari berbagai belahan dunia.

Menurut David Vine, lebih dari 230 ribu tentara AS ditempatkan di 800 pangkalan militer tersebut. Sebanyak 80.000 pasukan ditempatkan di Asia Timur dan Pasifik, termasuk 50 ribu tentara yang ditempatkan 109 pangkalan militer di Jepang dan 28 ribu di 89 pangkalan di Korea Selatan. Di Eropa sendiri, ada 65 ribu tentara AS, dengan 58 pangkalan di Italia dan 179 di Jerman.

Infografis sebaran pangkalan militer AS di seluruh dunia. (Sumber: www.politico.com)

Ditambah lagi, AS punya 19 kapal induk, yang merupakan bagian dari Carrier Strike Group, dengan sekitar 7500 personil, dan masing-masing kapal mengangkut sekitar 65-70 pesawat. Semua itu dikategorikan “pangkalan militer yang mengambang”.

Menurut informasi resmi dari Departemen Pertahanan (DoD) Amerika Serikat, sebanyak 40 ribu tentara AS ditempatkan di 179 pangkalan di Jerman, lebih dari 50 ribu di 109 pangkalan di Jepang, dan 28 ribu di 85 pangkalan di Korea Selatan.

Di Asia Tenggara, menurut David Vine, pangkalan militer AS ada di Thailand dan Filipina. Di Thailand, AS pernah menjadikan pangkalan militer U-Tapao untuk menggempur Vietnam dan Irak. Sedangkan di Filipina, berdasarkan sebuah artikel di www.militarytimes.comAS dan pemerintah Filipina bersepakat mempertahankan 5 pangkalan di negara tersebut: Pangkalan Antonio Bautista (dekat provinsi Palawan), Pangkalan Basa (dekat Manila), Fort Magsaysay (dekat pulau Luzon), Pangkalan Lumbia (dekat  Mindanao), dan Mactan-Benito Ebuen (dekat Cebu).

Sebagian besar pangkalan militer AS itu dibangun usai perang dunia kedua dan jelang perang dingin. Juga karena kepentingan perang yang terbaru, seperti Timur Tengah dan Afghanistan.

Menariknya, seperti diklaim oleh David Vine, kehadiran pangkalan militer AS di negara lain itu bukanlah dalam rangka kepentingan pertahanan AS, apalagi demi keamanan dunia. Sebaliknya, pangkalan militer itu menjadi penjaga kepentingan AS dan elit dunia di negara atau kawasan tersebut.

“Tidak peduli apakah mereka diundang atau tidak oleh kepentingan domestik yang rela menjadi mitra junior, tidak ada negara, tidak ada rakyat, tidak ada pemerintah yang dapat membuat kebijakan yang benar-benar melayani bangsanya, ketika tentara asing masih di tanah mereka dengan membawa kepentingan yang antagonis dengan kepentingan nasionalnya,” tulis David Vine.

Raymond Samuel, Kontributor Berdikari Online