Ilustrasi

BENGKULU UTARA, PB – Secara tegas, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu Utara, Sarmini Burhan, Selasa (26/2) menyampaikan akan melakukan peremajaan Kelapa Sawit diatas areal lahan seluas 8000 Hektar.

Peremajaan atau Replanting ini lahan kelapa sawit ini akan dilaksanakan menggunakan dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS). Tujuannya tak lain untuk peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat.

“Luas areal target kita yaitu seluas 8 ribu hektar (Ha) untuk kebun swadaya ataupun plasma tahun 2018 ini. Tidak hanya itu saja, calon petani dan calon lokasinya juga sudah disiapkan agar segera direalisasi,” ujar Sarmini.

Dijelaskan Sarmini, Dinas Perkebunan Bengkulu Utara sangat serius dalam mempersiapkan replanting kelapa sawit ini. Sebab, tanaman tersebut sebagai salah satu komoditas unggulan di Bengkulu Utara.

Untuk diketahui, saat ini luas areal perkebunan kelapa sawit rakyat yang ada di Bengkulu Utara telah mencapai 36.861 hektar. Namun produktivitas tandan buah segar (TBS)-nya masih cukup rendah yakni 1,18 ton per hektar per bulan.

Padahal, idealnya bisa mencapai 2 – 2,5 ton per hektar per bulan. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan benih palsu yang saat ini mencapai 14.475 Ha dari luas yang ada atau sebesar 40 persen.

“Atas dasar kondisi itulah kita berharap tanaman kelapa sawit yang telah tua atau memiliki produksi rendah karena berasal dari benih ilegal dapat digantikan dengan varietas unggul kelapa sawit,” harap Sarmini.

Adapun untuk penyediaan benihnya, Sarmini mengakui akan mengandalkan peran penangkar pewaralaba kelapa sawit.

Artinya, melalui penetapan target peremajaan tahun 2018 ini akan memberikan gambaran bagi penangkar dalam memperkirakan kebutuhan bibit di tahun mendatang.

“Dimana untuk memenuhi kebutuhan 8000 hektar di Bengkulu Utara penangkar harus menyiapkan bibit salur 1.040.000 batang,” saran Sarmini kepada penangkar.

Disisi lain, Sarmini menghimbau agar bisa melakukan tumpang sari dengan tanaman lainya selama melakukan replanting. Ini perlu dilakukan agar selama tanaman kelapa sawit belum menghasilkan, petani bisa tetap mendapatkan hasil dari tanaman yang ditumpang sarikan, seperti jagung, ataupun tanaman lainnya.

“Sehingga melalui kegiatan replanting tidak saja berkontribusi pada perbaikan produksi tanaman kelapa sawit rakyat namun juga turut mendukung upaya mewujudkan swasembada jagung”, jelas Sarmini. [ADV/Evi Kusnandar]