Dialog publik

SELUMA, PB – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Bengkulu, mendorong Pemerintah Kabupaten Seluma melakukan pemetaan ulang wilayah adat di kabupaten ini.

Pemetaan ulang wilayah adat perlu dilakukan karena keberadaan masyarakat adat kian terancam dengan hilangnya status wilayah adat yang berubah menjadi hutan negara.

“Kita melihat, yang mempengaruhi masyarakat adat merupakan dampak sistem demokrasi pemimpin yang berlaku di negara ini. Kita ingin mengembalikan sistem demokrasi masyarakat adat jauh dari sitem transaksional,” kata Ketua Badan Pengurus Harian AMAN Wilayah Bengkulu, Defftri Hamri ditemui disela kegiatan dialog Publik kebijakan memperkuat partisipasi politik masyarakat adat dalam sistem demokrasi, di Hotel Arnanda Kota Tais Kabupaten Seluma, Rabu (14/02/2018).

Defftri menambahkan, pada dasarnya secara organisasi AMAN mendorong agar pemerintah melakukan pemetaan wilayah adat untuk mengurangi kasus kekerasan yang mengorbankan masyarakat adat di beberapa wilayah Kabupaten Seluma.

Konflik agraria yang terjadi sepanjang tahun ini terjadi akibat kebijakan yang diambil oleh pemimpin daerah.

“Selama ini kita melakukan pedampingan beberapa komunitas adat dalam konflik agraria. Sudah ada 6 komunitas yang sudah diakui pengurus pusat,” jelasnya.

Defftri mengatakan, di Kabupaten Seluma telah diatur Peraturan Daerah (Perda) nomor 04 tahun 2014 tentang hukum adat.

Sehingga, secara hukum, adat sudah diatur dan tinggal sistem penerapannya yang masih kurang diterapkan di masyarakat.

“Kita mendorong untuk memulihkan hak-hak masyarakat adat. Mendorong agar hukum adat diberlakukan,” tegasnya.

Dalam dialog publik ini, diikuti sebanyak 60 orang dari 6 komunitas adat. Yaitu, komunitas Serawai Pasar Seluma. Serawai Lubuk Lagan. Serawai Semidang Sakti. Serawai Lubum Resam.
Serawai Talang Sali dan Serawai Pasar Ngalam.

“Selain pendampingan penyelesaian Konflik agaraia, kita juga mendorong refitaliasi adat sesuai daerahnya,seperti mengaktifkan kembali pencak silat,” bebernya.

Dalam kesempatan ini, juga dilakukan Musyawarah Daerah (Musda) pembentukan pengurus daerah AMAN Tanah Serawai.

Turut hadir Ketua DPRD Seluma, Husni Thamrin, Anggota Komisioner Panwaslu Seluma Suryadi. Kabid Bina Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Politik Badan Kesbangpol Seluma, Joko Tabes dan pengurus besar AMAN Nasional Yayan Hidayat. [Sepriandi]