Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu Parsadaan Harahap

BENGKULU, PB – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bengkulu, Parsadaan Harahap, memastikan akan menindaklanjuti informasi keberadaan oknum ‘Calo’ dalam pelaksanaan seleksi Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) Kabupaten Rejang Lebong yang belakangan mencuat ke publik.

“Saya akan segera melakukan pengecekan dan koordinasi kepada Panitia Pengawas Kabupaten Rejang Lebong,” ujar Parsadaan usai pelaksanaan Deklarasi Tolak Politik Uang dan Politisasi SARA di lapangan Sport Center Pantai Panjang Bengkulu, Rabu (14/2).

Dikatakan Parsadaan, seleksi PPK merupakan ranah dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, jika terbukti saat diproses nanti maka bisa dibawa ke ranah sidang kode etik. “Apalagi jika benar ada oknum komisioner KPU yang terlibat,” ujar Parsadaan.

Sekedar mengingatkan, pelaksanaan tahapan Seleksi PPK di Kabupaten Rejang Lebong tercoreng ke indepedensiannya. Pasalnya, dua hari sebelum pelaksanaan tes tertulis bagi para peserta seleksi PPK yang telah dinyatakan lulus penelitian kelengkapan administrasi justru beredar isu miring soal keberadaan ‘Calo’ yang mengaku dan menjanjikan bisa meluluskan peserta di setiap tahapan yang dilangsungkan.

Ironisnya, oknum calo ini juga mengaku memiliki kedekatan dengan dua orang Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rejang Lebong yang dinyatakan sebagai jalan “pemulus” untuk lolos seleksi.

Data terhimpun, modus operandi oknum calo ini yaitu menghubungi para peserta dan menyatakan jika peserta belum memiliki kemampuan maksimal untuk lulus sebagai anggota PPK.

Pelaku menghubungi peserta melalui nomor Handphone peserta dan mengaku bisa meluluskan peserta lulus dalam tiap tahapan seleksi asalkan mengikuti instruksi dari oknum tersebut untuk melobi melalui jalur si oknum yang mengaku punya kerabat di jajaran Komisioner KPU Rejang Lebong. [Ifan Salianto]