Kepala Seksi Wilayah II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Darwis Saragih

SELUMA, PB – Kepala Seksi Wilayah II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Darwis Saragih mengatakan, kondisi tingkat kerusakan konservasi di Kabupaten Seluma semakin tinggi, khususnya hutan lindung.

Pemda Seluma kata Darwis, harus mempunyai inisiatif untuk menyelamatkan hutan di daerahnya.

“Dengan dihapusnya Dinas Kehutanan Kabupaten, kami merasa melihat kondisi tingkat kerusakan konservasi semakin tinggi,” kata Darwis kepada Pedoman Bengkulu belum lama ini.
Pemerintah daerah kata dia, harus bertindak dalam mengatasi kerusakan hutan. Sebab, akibat kerusakan hutan, dirasakan oleh masyarakat di daerah.

Seperti di Kabupaten Seluma. Banjir bandang terjadi beberapa kali diduga akibat kerusakan hutan di hulu sungai.

“Pemda kabupaten untuk juga segera membantu penyelesaian maraknya perembahan yang berada dikawasan hutan produksi maupun hutan lindung,” tegasnya.

Darwis menyebutkan, pihaknya menangani konflik masyarakat dengan satwa liar dilindungi, seperti harimau sumatera dan beruang madu yang kerap berada diluar kawasan hutan lindung atau taman buru. Kemunculan satwa langka ini juga akibat dari kerusakan kawasan hutan. [Sepriandi]