Revitalisasi Pasar kedurang diresmikan Bupati beberapa waktu yang lalu

BENGKULU SELATAN, PB – Niat mulia Bupati Bengkulu Selatan beserta Dinas Koperindag untuk menggratiskan retibusi Pasar Kedurang yang terletak di Desa Tanjung Alam tampaknya belum terwujud.

Nyatanya, pasca direvitalisasi dan menggelar syukuran rakyat pada tanggal 6 Februari 2018 lalu, retribusi pasar bukannya digratiskan. Malah tarifnya naik hingga lima kali lipat. Sehingga hal ini dikeluhkan oleh pedagang.

Seperti halnya diungkapkan oleh Gustian Bahari alias Yan, warga Gedang Melintang yang juga pedagang ikan laut di Pasar Kedurang.

“Tidak ada itu gratis. Kami julan tetap ditagih retribusi. Sebelum dibangun, biasanya kami bayar hanya Rp 2 ribu. Ini setelah dibangun ini malah kami bayar Rp 10 ribu. Satu lapak itu setengah meter, retribusinya Rp5 ribu. Karena lapak setengah meter itu kurang, makanya saya ambil dua lapak sepanjang satu meter. Rata-rata pedangan itu ambil dua lapak. Makanya bayar retribusinya sebesar Rp 10 ribu,” jelas Yan saat ditemui Pedoman Bengkulu di Sekretariat Koperasi Mina Abadi, Pasar Bawah, Selasa (27/2/2018).

Menurut pengakuan Yan, seluruh pedagang yang berjualan di dalam bangunan/los Pasar Kedurang dipungut biaya retribusi. Meskipun terus membayar retribusi, dirinya mengklaim tidak pernah diberikan karcis atau bukti pembayaran retribusi.

“Kami pedagang ini bukan hanya dipungut biaya retribusi pasar, tapi juga bayar parkir,” jelasnya.

Bukan hanya itu, Yan juga mengkritik meja yang dibuat sebagai tempat berjualan ikan yang dinilainya terlalu tinggi. Lantaran terlalu tinggi, mengakibatkan pedagang maupun pembeli kurang nyaman.

“Ini tingginya hamper sampai leher. Bagusnya itu hanya setinggi pinggang saja, tidak nyaman kami jualan,” sampai Yan.

Pedagang Ikan Laut di Pasar Kedurang, Gustian Bahari

Sekedar mengingatkan, Pasar Kedurangg direvitalisasi pada tahun 2017 melalui APBN dari Kementerian dengan pagu anggaran Rp 5,7 Miliar. Pasca direvitlasi, digelar syukuran rakyat atas selesaiinya revitalisasi Pasar Kedurang pada Selasa, 6 Februari 2018. Pada acara syukuran itulah Bupati Bengkulu Selatan dan Kepala Dinas Koperindag BS mewacanakan akan menggratiskan retribusi Pasar Kedurang.

“Kalau Pemerintah memang serius mau menggratiskan retribusi Pasar Kedurang maka segera ambil tindakan. Karena selama ini kami terus bayar retribusi. Silahkan Tanya sama pedagang-pedagang lainnya,” pungkas Yan. [Apdian Utama]