Ketua KPU Kota Bengkulu Darlinsyah saat membacakan deklarasi Kampanye Damai, Anti Hoax, Anti Sara, dan anti politik uang terkait Pemilihan Walikota (Pilwakot) Kota Bengkulu, Minggu pagi (18/2), di Sport Centre Kota Bengkulu.

BENGKULU, PB – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu terus mengingatkan agar pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota peserta Pemilihan umum Walikota (Pilwakot) Bengkulu 2018 agar tidak main-main dan nekat melakukan praktik Money Politik.

KPU juga mengingatkan agar Paslon lebih mengedukasikan Program yang akan di usung nantinya kepada masyarakat selama masa kampanye berlangsung.

Ketua KPU kota bengkulu, Darliansyah, dalam sambutannya menghimbau untuk seluruh paslon untuk menyampaikan program dengan baik kepada masyarakat, supaya substansi dari program tersebut dicerna oleh masyarakat.

“Konteksnya bukan hanya secara prosedur kampanye saja. Jadi bukan hanya bertemu dengan masyarakat dan tidak menyampaikan program kerja,” katanya saat Kampanye Damai, Anti Hoax, Anti Sara, dan anti politik uang terkait Pemilihan Walikota (Pilwakot) Kota Bengkulu, Minggu pagi (18/2), di Sport Centre Kota Bengkulu.

Selain itu, Darliansyah juga menekankan kepada tim kampanye untuk memanfaatkan masa kampanye selama empat bulan kedepan untuk mengedukasikan program yang akan dilaksanakan oleh paslon nanti supaya masyarakat berinteraksi dengan baik pada program tersebut.

“Cerdaskan masyarakat dengan program dan jangan membodohi masyarakat dengan money politik,” ujar Darlinsyah.

Dilanjutkan Darlinsyah, momen ini dilaksanakan untuk mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh terhadap politik uang. Jika ada paslon yang terbukti melakukan politik uang, maka KPU menyerahkan kepada Panwaslu untuk menindak lanjuti.

“Kita serahkan kepada Panwas sesuai dengan aturannya,” ujar Darliansyah.

Sementara itu, lanjut Darliansyah, kegiatan money politik ketika ditemukan, sanksi pasti ada. Untuk itu KPU melakukan tindakan pencegahan. KPU yakin dengan karakteristik dan budaya masyarakat kota Bengkulu bisa menjauhi tindakan money politik, berita bohong serta isu sara.

“Makanya kita lebih berprinsip bagaimana untuk memberika tindakan pencegahan,” pungkas Darliansyah.

Pantauan Pedoman Bengkulu, acara dibuka dengan tari kreasi dari Rantak Gading serta penampilan teater oleh Global Eksis. [Nadia]