Kasi Intel Kejari Seluma Citra Apriyadi

SELUMA, PB – Setelah dilimpahkan oleh penyidik unit Tipidkor Polres Seluma, tersangka Pungutan Liar (Pungli) pencairan sertifikasi guru di UPTD Cabang Dinas Talo Dinas Pendidikan Seluma, Sahardin tidak ditahan oleh Kejaksaan Negeri Seluma.

Kepala UPTD yang terkena OTT dengan barang bukti Rp 800 ribu ini tidak ditahan karena ancaman pidana yang dikenakan hanya maksimal 3 tahun penjara.

“Berdasarkan ketentuan pasal 12 A undang-undang Tipidkor nomor 31 tahun 1999 yang dibuah dan ditambah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 berdasarkan ketentuan pasal 12 A, Menyatakan bahwa apabila Punglinya dibawa 5 juta maka kemudian ancaman Pidananya dmaksimal 3 tahun. Terkait dengan hal tersebut Pasal 21 KUHAP sehingga terhadap tersangka tidak dapat dilakukan penahanan,” kata Kasi Intel Kejari Seluma Citra Apriyadi.

Citra menjelaskan, sesuai pasal 12 e, ketentuan mengenai pidana penjara dan pidana denda sebagaimana dimaksud pasal 5, pasal, 6, pasal 7, pasal 8, pasal 9 pasal 10, pasal 11 dan pasal 12, tidak berlaku bagi tindak pidana korupsi yang nilainya kurang dari Rp5 juta.

“Harusnya ancaman pidana maksimal 20 tahun dan paling singkat empat tahun, tapi karena yang diambil hanya Rp 800 ribu maka ancamannya sesuai pasal 12 e,” bebernya.

Sahardin yang sebelumnya menjabat sebagai kepala UPTD Cabdin Talo, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) tim Saber Pungli Polres Seluma dalam mencairan sertifikasi guru di kecamatan Talo.

Tersangka diduga melakukan Pungli dengan meminta para guru yang menerima serifikasi untuk menyerahkan uang Rp 50 ribu beserta foto copy buku rekening untuk kelancaran pengurusan pencairan ke Dinas Pendidikan. [Sepriandi]