Kepala Bidang Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD) Rejang Lebong, Ario Tomi

REJANG LEBONG, PB – Terkait kejadian tindak pidana yang terjadi di Rejang Lebong yang pelakunya tak lain adalah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), seperti kasus pencurian kotak amal dan kasus penganiayaan petani asal Desa Pungguk Lalang beberapa waktu lalu. Masyarakat mulai menanyakan peran pihak terkait dalam penanganan ODGJ.

Ditemui Pedoman Bengkulu, Sabtu siang (03/02/2018), Kepala Bidang Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD) Rejang Lebong, Ario Tomi, mengaku telah maksimal dalam penanganan pasien ODGJ.

“Dinsos sudah berbuat dan tahun 2017 saja ada 27 pasien ODGJ yang kita rujuk ke RSJKO Bengkulu serta 10 orang pasien yang dipasung juga telah kita tangani,” ujar Ario Tomi.

Terkait tudingan masyarakat yang menyudutkan dinsos lepas tangan dalam penanganan ODGJ, dibantah tegas oleh pria yang kerap disapa Tomi ini.

“Dalam penanganan ODGJ, bukan hanya tugas dinsos semata, kita juga butuh peran serta perangkat desa, lurah, dan seluruh elemen masyarakat untuk aktif menginformasikan, supaya dapat segera ditangani sebelum memberikan dampak ke masyarakat,” tegas Tomi.

Ditambahkan Tomi, dalam waktu dekat dinas sosial akan menggelar rapat lintas sektor guna membahas rencana kedepan dalam penanganan pasien ODGJ di Rejang Lebong.

“Memang untuk saat ini anggaran kita masih minim untuk menjalankan kegiatan di dinas sosial, karena dinsos bukan hanya menangani pasien ODGJ saja, masih ada 21 kriteria PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) yang menjadi tanggung jawab kita. Kedepan kita upayakan penambahan anggaran agar dinsos lebih banyak berbuat dalam penanganan PMKS di Rejang Lebong,” tandasnya. [Benny Septiadi]