Ilustrasi

BENGKULU SELATAN, PB – Menanggapi surat yang dilayangkan oleh RT 01 Kelurahan Kota Medan Kecamatan Kota Manna terkait keberadaan salah satu rumah yang dijadikan sebagai tempat ibadah oleh umat Kristiani serta rencana pendirian Gereja di sana, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bengkulu Selatan sigap tanggap.

Dalam tempo minggu kemarin, setidaknya FKUB telah tiga kali menggelar rapat. Dalam waktu dekat direncanakan FKUB akan turun ke lapangan.

“Sebenarnya pihak Panitia Penyelenggara Ibadah di rumah Ahu itu pernah menyampaikan pemeritahuan ke RT sebelumnya, namun ini ada pergantian ketua RT pada 2018 ini. Ketua RT yang baru ini belum tahu. Kalau sebanyak 60-an ada warga yang ikut tanda tangan, tapi arsipnya ada di FKUB, saya tidak bawa ke sini,” jelas Ketua FKUB Bengkulu Selatan KH Abdullah Munir kepada Pedoman Bengkulu, Senin (12/2/2018).

Ketua FKUB Bengkulu Selatan KH Abdullah Munir

Dijelaskan Abdullah Munir, pihak FKUB telah melakukan audiensi dengan kedua belah pihak, baik warga RT 01 maupun Panitia Pelaksana Ibadah.

“Dari pengkuan pengurus, pelaksanaan ibadah di sana telah berjalan sejak lama, sudah belasan tahun. Kepada warga diminta tenang dan jangan terpancing. Mari kita jaga kondisi yang damai, jangan sampai timbul kericuhan. Mari sama-sama kita carikan solusi yang terbaik. Alhamdulillah hingga saat ini aman-aman saja. Mari kita jaga toleransi dan kerukunan umat beragama,” sampai Pimpinan Yayasan Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan. [Apdian Utama]