Kadisdikbud Kota Bengkulu Rosmayetti memberikan keterangan dihadapan Komisi III DPRD Kota Bengkulu dalam rangka hearing terkait kejadian aksi kekerasan yang terjadi di SMP Negeri 21 Kota Bengkulu, Rabu (28/2/2018).

BENGKULU, PB – Aksi penganiayaan terhadap YS, Guru IPA SMPN 21 Kota Bengkulu yang dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 21 Kota Bengkulu terus mendapat perhatian semua pihak.

Teranyar, Komisi III DPRD Kota Bengkulu memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Bengkulu untuk mengkaji langkah serta mencari solusi Dinas Pendidikan dan kebudayaan untuk melaksanakan, mengantisipasi, dan pengamanan di sekolah agar proses belajar mengajar di SMPN 21 tetap berjalan kondusif pasca peristiwa yang sangat memalukan dunia pendidikan tersebut.

Kadisdikbud Kota Bengkulu, Rosmayetti usai pemanggilan terhadap dirinya oleh DPRD Kota Bengkulu, Rabu (28/2), mengakui jika hingga saat ini belum ada keputusan maupun rekomendasi apapun yang dikeluarkan oleh Disdikbud Kota Bengkulu terhadap oknum Kepala Sekolah tersebut.

“Kita masih menunggu hasil pengamatan Tim khusus yang menangani masalah ini. Soal dicopot atau tidak dari jabatanya itu nanti tergantung dari hasil proses pengamatan Tim,” ujar Rosmayetti.

Dilain sisi, Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Sudisman yang lebih menyarankan agar dilakukan upaya mediasi perdamaian antara korban dan pelaku.

Tujuannya, supaya tidak adak ada dendam antara korban dan pelaku dikemudian hari. Namun, menjadi hak korban untuk tidak menerima perlakuan kepsek tersebut. Karena sudah jelas fisik dan mentalnya terganggu akibat kejadian itu.

“Jika memang pelaku ini telah melanggar peraturan peruandang-undangan yang telah ditegaskan oleh Kementrian Pendidikan, khususnya peraturan Menteri Pendidikan nomor 17 tahun 2014 harus diberikan sanksi sebagai tindakan untuk memberikan pelajaran kepada guru-guru yang lain,” ujar Sudisman.

Pantauan Pedoman Bengkulu, pemanggilan Kadisdikbud Kota Bengkulu oleh Komisi III DPRD Kota Bengkulu dalam rangka hearing terkait kejadian aksi kekerasan yang terjadi di SMP Negeri 21 Kota Bengkulu tersebut. [Nurhas Bunaida/Adv]