[Kepala DLH Bengkulu Utara/Ist]
BENGKULU UTARA, PB – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkulu Utara, Akmaludin, Senin (12/2), memastikan jika penyebab matinya ratusan ekor ikan di sepanjang aliran sungai Ketahun adalah air belerang yang bersumber dari rentuhan bukit di hulu sungai. Ini setelah tim DLH melakukan pemeriksaan terhadap sampel air dari sungai Ketahun.

“Kita sudah lakukan kajian khusus terhadap sampel air sungai yang diambil pada hari Sabtu (10/2) lalu. Air sudah dalam keadaan bisa dikonsumsi. Ikan-ikan tersebut mati karena keracunan air belerang yang bersumber dari runtuhan bukit-bukit disepanjang aliran sungai ketahun,” ujar Akmaludin.

Hasil pemeriksaan intensif tersebut juga menepis sejumlah isu miring soal aliran sungai ketahun yang telah tercemar limbah pabrik sebuah perusahaan perkebunan sawit dan perusahaan batu bara yang berada tak jauh dari aliran sungai tersebut. “Setelah kita periksa dengan seksama, tidak ada unsur limbah terkandung dalam air tersebut. Seperti kandungan minyak dan sebagainya. Jadi tidak benar jika air tersebut tercemar limbah pabrik,” tegas Akmaludin.

Dilain sisi, Kapolres Bengkulu Utara AKBP Ariefaldi Warganegara melalui Kasat Reskrim AKP Jufri mengatakan jika pihaknya masih menunggu hasil tes resmi yang dikeluarkan oleh DLH Bengkulu Utara terkait kandungan air sungai ketahun.

“Jika memang benar hasilnya terdapat limbah tentu akan kita tindaklanjuti. Kita sekarang masih menunggu hasil pemeriksaan resmi secara tertulis dari DLH untuk memastikannya,” ujar Jufri.

Sekedar mengingatkan, terhitung sejak Jumat (9/2) hingga Sabtu (10/2), ribuan ikan dari berbagai jenis yang ada di sepanjang aliran sungai Ketahun Bengkulu Utara mendadak mati.

Infonya, kematian ikan tersebut diduga dikarenakan keracunan kadar belerang dari longsoran tanah dari bukit di aliran sungai tersebut.

“Ribuan ikan berukuran kecil maupun besar mendadak saja mati. Kondisi ini telah berlangsung sejak Jumat kemaren. Sudah banyak bangkai ikan yang disingkirkan warga dari dalam air. Namun, sekarang sudah mulai membusuk dan saya khawatir dapat menggangu kesehatan masyarakat,” ujar Camat Napal Putih, Abdul Hadi, Sabtu (10/2). [Evi Kusnandar]