Keluarga dan teman-teman tampak menjenguk YS┬ádi kediamannya, Jum’at (23/2/18) di Perumahan Surabaya, Blok H2 nomor 26 Rt 19 Kota Bengkulu

BENGKULU, PB – Kekerasan terhadap perempuan kembali terjadi di Bengkulu. Nasib naas menimpa seorang guru IPA di salah satu SMP Negeri Kota Bengkulu saat memperjuangkan siswa agar bisa praktikum uji asam basa untuk menghadapi Ujian Nasional nanti.

Korban YS mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah (Kepsek), SA, di tempat korban mengajar hingga mengalami luka lebam di bagian pelipis mata sebelah kiri, lengan dan bagian pinggul. Korban sempat melawan, namun ia menuturkan bahwa tenaga pelaku lebih kuat dari korban.

Penganiayaan ini bermula pada korban yang membeli kertas lakmus merah dan biru, serta tissue untuk bahan praktikum siswa seharga Rp86 ribu menggunakan uang pribadi, lalu korban memberikan nota pembelian kepada bendahara sekolah dan meminta uangnya dikembalikan.

Namun bendahara sekolah mengatakan bahwa sekolah itu tidak mempunyai uang untuk membeli bahan laboratorium, sambil menangis dan melihatkan dompet tempat uang sekolah.

Kemudian, korban kembali lagi ke laboratorium dan melaksanakan praktek uji asam basa. Sedang melaksanakan praktek uji asam basa di laboratorium.

Tak lama kemudian, Kepsek memanggil korban untuk ke ruangannya, namun korban mengatakan nanti dulu karena sedang mendampingi para siswa praktikum di laboratorium.

Tak disangka, sang kepsek justru mendatangi YS ke laboratorium dan sempat cekcok mulut dengan korban lalu sang Kepsek memukul korban tepat dibagian pelipis mata kiri korban, ketika korban terjatuh, kepsek menendang serta menyeret korban. Perlakuan kepsek sempat di halangi oleh guru lain dan murid SMP yang sedang melaksanakan praktikum.

Menurut pengakuan korban saat di temui di kediamannya, Jum’at (23/2/18) di Perumahan Surabaya, Blok H2 nomor 26 Rt 19 Kota Bengkulu, selain luka lebam yang dialami YS, ia juga mengalami trauma psikis akibat penganiayaan yang menimpanya, hingga belum bisa masuk ke sekolah hingga hari ini.

Ia sudah melakukan visum di rumah sakit M Yunus Kota Bengkulu, dan sudah melaporkan penganiayaan ini ke Polsek Gading Cempaka Kota Bengkulu.

“Saya minta, pelaku dihukum seadil-adilnya dan seberat-beratnya, karena saya merasa saya dilecehkan, kan saya perempuan dan saya tekan kan bahwa saya guru, bukan siswa, saya dipukul didepan anak-anak saya itu yang pertama, kedua yaitu saya ditarik-tarik, saya ini manusia, bukan begitu caranya manusia. Saya sudah ditendang, dipukul. Ini fisik saya yang kena, luka lebam yang saya derita nanti akan hilang, namun hati saya belum bisa terima,” kata YS.

Suami korban

Sementara itu, pihak polsek Gading Cempaka membenarkan bahwa adanya laporan tindakan lenganiayaan oleh kepsek pada YS. Langkah awal dari pihak polsek akan memeriksa dahulu hasil visum serta memanggil saksi-saksi, kemudian pihak polsek mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

“Saya belum ada perintah untuk konfirmasi soal ini, yang jelas pihak kepolisian mengambil langkah untuk korban melakukan visum, lalu pemeriksaan saksi-saksi, dan kami juga sudah mendatangi tempat kejadian perkara, bagaimana kejadiannya dan saksi-saksi yang ada,” ujar Kompol Rudi Marwah, Kapolsek Gading Cempaka Kota Bengkulu. [Nadia]