Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu Dra Rosmayetti MM saat memberikan pemaparan.

BENGKULU, PB – Pesatnya perkembangan zaman saat ini tampaknya berdampak negatif bagi anak – anak yang belakangan justru membentuk karakter anak untuk merasa dirinya ingin lebih dikenal dengan istilah Kids Zaman Now.

Sehingga, sejumlah tindakan anak-anak, khususnya pelajar justru menuju arah yang salah dan cenderung berbuat sesuatu hal yang melanggar aturan, berbuat kekerasan dan kerusakan.

Menyikapi kondisi ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bengkulu telah melaksanakan sejumlah langkah antisipasi untuk mengontrol hal tersebut. Salah satunya yaitu meminta Siswa selektif dalam menyikapi kemajuan zaman.

“Sebagai langkah antisipasi sebetulnya tinggal semua lini masyarakat bergerak bersama untuk mengantisipasi Kids Jaman Now. Sebab, Kids Zaman Now ini sebetulnya perbuatan yang cenderung melanggar. Karena, hal itu diciptakan, dibuat supaya terkenal, tetapi itu melanggar dan menyimpang,” ujar Kepala Dinas Dikbud Kota Bengkulu, Rosmayetti, Jumat (9/2).

Akan tetapi, sambung Rosmayetti, hal tersebut diarahkan dalam bentuk hal yang positif, berdampak membangun, memberi pengetahuan dan memberikan informasi yang positif, maka justru akan diperbolehkan oleh Dinas Dikbud.

“Kami menghimbau agar masyarakat dan siswa ini, buatlah sesuatu yang positif, tidak apa-apa terkenal di Youtube atau segala macam itu asal yang dampaknya membangun,” ujar Rosmayetti.

Dilain sisi, Rosmayetti juga mengatakan jika langkah praktis yang telah dilakukan Dikbud untuk mengantisipasi kenakalan remaja ini yaitu melalui pembinaan dan sosialisasi secara terpadu melalui guru Agama, PPKN, BP dan berbagai instansi kemitraan.

“Memang masih saja ada hal buruk yang terjadi. Namun, kami yakin hal tersebut akan bisa terkontrol melalui kegiatan tafakkur, pembinaan dari guru BP, PKN, dan Agama. Saya sangat berharap, dengan adanya kejadian buruk yang menimpa sejumlah pelajar belakangan ini dapat dijadikan sebagai pelajaran bagi kita semua. Sehingga hal tersebut tidak terulang kembali,” ujar Rosmayetti. [Nadia Tri Hidayati]