OSIS SMA 1 Giri Mulya berfoto bersama saat melakukan study tour ke Sumatera Barat, sejak tanggal 27 Desember 2017 hingga 3 Januari 2018 kemarin.

Dalam Satu Tahun Sanggup Hasilkan Rp300 Juta

SEKOLAH selama ini identik dengan dunia teori. Para pelajar umumnya hanya mendapatkan ilmu melalui buku dan teori-teori yang disampaikan oleh guru di depan kelas. Namun ada yang berbeda dapat dijumpai di SMA Negeri 1 Giri Mulya. Terutama dengan apa yang dikerjakan oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sekolah tersebut.

DENI DWI CAHYA, Bengkulu Utara

Di SMA Negeri 1 Giri Mulya, atau yang biasa disebut SMANGIYA, kegiatan pelajar tidak hanya dibatasi pada kegiatan classmeeting dan Pekan Olahraga Tradisional (POT). Namun kegiatan pendukung yang spektakuler dari sekolah ini adalah kegiatan berwirusaha yang digawangi oleh OSIS mereka.

Di tangan OSIS SMA 1 Giri Mulya, berwirusaha adalah kegiatan praktek, tidak hanya teori. Disini, para siswa-siswi belajar sikap positif seperti tanggung jawab, kerjasama, jujur, disiplin, tangguh dan karakter positif lainnya.

Pembina OSIS dan para mentor hanya mengawasi dan mengingatkan. Semua tahapan sejak dari perencanaan hingga pelaksanaan, OSIS melakukannya sendiri. Termasuk dari mencari dana untuk modal melalui proposal dan pinjaman, membeli bahan mentah dan bahan jadi untuk dijual, menentukan pembagian tugas seperti koki, pelayan, cleaning service, kasir, penanggung jawab stand, bagian gudang, memasak/membuat menu, berjualan, menghitung keuntungan, dan lain sebagainya.

Pengurus OSIS berdagang dengan cara-cara harian seperti biasanya kantin berjualan. Menunya berbeda-beda setiap hari yang ditentukan oleh pengurus sendiri. Semua penjualan terkomputerisasi setiap transaksinya dengan aplikasi buatan Farizal, guru PNS di SMA 1 Giri Mulya dan juga selaku mentor OSIS.

Kapan OSIS berwirausaha?

Selama kegiatan classmeeting berlangsung, pengurus OSIS berdagang makanan dan minuman. Yang menarik, setiap transaksi minimal Rp5000, pembeli mendapatkan kupon hadiah. Hadiahnya macam-macam, kompor gas, gitar, handphone, magic jar, gelas, baju, sepatu, boneka, dan lain sebagainya. Pelayanan penjualannya dengan metode “jemput bola”. Pelayan diberi insentif untuk setiap transaksi mereka, dan berbagai macam inovasi lainnya.

Lalu ada sebuah kesepakatan bersama antara pihak sekolah bersama pihak kantin. Kesepakatan tersebut mewajibkan kantin sekolah ditutup pada waktu kegiatan classmeeting, tidak ada kegiatan jual beli. Artinya, kantin juga diberi waktu “istirahat” untuk berjualan.

Namun meski OSIS berjualan hanya waktu kantin istirahat, dengan kegiatan wirausaha ini, modal yang awalnya hanya puluhan juta rupiah berhasil diputar hingga mencetak keuntungan ratusan juta rupiah setiap tahunnya.

Hal ini menjadi prestasi yang membanggakan tahun 2016 lalu yang mengangkat OSIS SMA Negeri 1 Giri Mulya sebagai juara satu Pengurus OSIS Terbaik se Kabupaten Bengkulu Utara.

Dengan kegiatan wirausaha ini juga OSIS SMAN 1 Giri Mulya sudah 7 tahun berturut-turut melakukan study tour dengan uang hasil berjualan. Study tour merekapun tidak main-main, fasilitasnya lumayan mewah dan dilakukan ke provinsi lain seperti Jambi dan Sumatera Barat.

“Walaupun mereka ini anak desa, sekolahnya di desa, tapi para guru dan mentornya ingin sekali menyemangati dan memajukan anak didiknya. Mereka ingin menunjukan bagian dunia lain selain desa mereka,” kata Farizal, Sabtu (3/2/2018).

Setiap akhir semester, lanjut Farizal, semua sekolah tentu memiliki kegiatan masing-masing untuk mengisi saat kosong antara waktu selesai ujian semester dengan pembagian rapor. Study tour itu dipilih oleh SMANGIYA untuk mengisi kekosongan waktu mereka.

“Mungkin belum bisa ke Singapura, Malaysia, Jepang, USA atau bagian dunia yang lain. Namun setidaknya mereka setiap tahunnya dengan keringat sendiri mampu melihat provinsi lain. Bahwa dunia ini luas dan indah untuk dijelajajahi,” demikian Farizal. [**]