Para peserta Tour 3 Negara saat berfoto di depan Kantor Perdana Menteri Malaysia, Kamis (22/2/2018).

Banyak orang yang berkeinginan mengunjungi negera luar dengan alasan sekedar berwisata atau melihat keadaan negara itu, kultur dan perabadan masyarakatnya, agar ia memiliki perbandingan-perbandingan dengan negaranya sendiri.

Rudi Nurdiansyah, MALAYSIA

HAWA Provinsi Putrajaya siang itu, Kamis (22/2/2018) cukup panas bagi ukuran orang Indonesia. Wisatawan cukup ramai hilir mudik di kawasan Presint 1, tepatnya di Kantor Perdana Menteri Malaysia.

Di kawasan ini saja, terdapat banyak objek wisata yang menjadi magnet bagi para plesiran. Selain Kantor Perdana Menteri Malaysia yang tertutup, terdapat Masjid Putra, danau buatan seluas 400 hektar, dan jembatan yang terbuka bagi siapa saja, membuat kawasan ini bukan hanya tampak megah, namun juga sensasional.

Wisatawan saat mengambil foto dengan latar Masjid Putra

Sebelum menjadi pusat administrasi pemerintahan Malaysia, Putrajaya dahulunya adalah perkebunan kelapa sawit. Ibukota Malaysia dipindahkan dari Kuala Lumpur ke daerah ini untuk mengurai kepadatan penduduk dan lalu lintas Kuala Lumpur, ibukota Malaysia sebelumnya.

Berada di area seluas 4.931 hektar, Putrajaya mulai dibangun tahun 1993 dan terus dibangun hingga sekarang. Nama Putrajaya diambil dari nama Perdana Menteri Malaysia yang pertama, Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj. Kata Jaya ditambahkan sebagai simbol kebangkitan Malaysia setelah merdeka dari bangsa asing.

“Nama Tun Abdul Rahman Putra Al-Haj dipakai sebagai penghargaan atas jasanya dalam upaya memerdekakan Malaysia. Ia merupakan Perdana Menteri terlama dan dikenal sebagai Bapak Pembangunan,” kata Ester, Koordinator Pemandu Wisata Tour 3 Negara 22-27 Februari 2018.

Cuaca panas tak lagi terasa ketika para wisatawan duduk di tepian danau buatan di kawasan ini. Danau itu dinamakan Danau Putrajaya. Sebuah perahu model gondola dan boat kebetulan melintas ketika para wisatawan menikmati panorama sungai sambil berselfie ria dengan latar Jembatan Seri Wawasan dan Masjid Putra berwarna pink, siang itu.

Kota ini bisa ditempuh dengan kereta api atau bus dari Kuala Lumpur dalam tempo waktu sekira 30 menit. Wisata Tour 3 Negara 22-27 Februari 2018 mencapai provinsi yang menjadi wilayah persekutuan Malaysia ketiga ini dengan menggunakan bus.

Wisatawan asal Bengkulu saat berfoto di area Danau Putrajaya

Setelah menikmati suasana Putrajaya yang bergaya modern dan futuristik, rombongan Wisata Tour 3 Negara 22-27 Februari 2018 berangkat menuju Tower Regency Hotel di daerah Ipoh, Provinsi Perak. Sebuah kawasan yang memiliki banyak tempat hiburan dan relaksasi. Disini rombongan menginap satu malam untuk mempersiapkan diri menuju Thailand, setelah mampir sebentar di Istana Kellie’s, Ipoh, Perak. [**]