Mentari Nurhidayati

BENGKULU SELATAN, PB – Mentari Nurhidayah (16) Siswi Kelas I SMA Negeri 7 Bengkulu Selatan yang menghilang sejak Selasa (6/2/2018) lalu akhirnya pulang.

Selama menghilang, Mentari pergi bersama sang kekasih.

Sepulangnya ke rumah, warga Desa Palak Bengkerung Kecamatan Air Nipis ini minta dinikahkan.

“Alhamdulillah Mentari sudah pulang ke rumah pada Sabtu (10/2/2018), sekira pukul 07.30 WIB. Saya dapat informasi dari Kepala Desa Kota Agung, langsung saya bersama keluarga berangkat mengiring motor yang dikendarai oleh Mentari dan teman lelakinya. Akhirnya ketemu di daerah persawahan Pematang Gambir Desa Palak Bengkerung. Pas ketemu keduanya bilang mau nikah, Cuma takut pamitan sama orang tua,” tegas Kepala Desa Palak Bengkerung, Yusip Raimon saat ditemui Pedoman Bengkulu di Kantin Polres Bengkulu Selatan, Sabtu (10/2/2018).

Oleh Kepala Desa, yang juga masih keluarga dekat Mentari, Mentari bersama teman laki-lakinya dibawah ke rumah orang tua.

Sedangkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginan, teman lelaki Mentari dibawa ke rumah Ketua BMA setempat.

Selang beberapa waktu, Mentari dan teman lelakinya dibawa ke Polsek Seginim untuk kemudian dibawa Polres Bengkulu Selatan.

“Sebelum menghilang itu tampaknya Mentari dan teman lelakinya itu memang sudah janjian. Mereka sempat jalan-jalann ke Bengkulu, ke Pagar Alam dan selebihnya di Manna inilah,” jelas Kades.

Keinginan Mentari untuk menikah juga tidak dibantah oleh Ayah Mentari, Ditin Kusnadi. Namun niat Mentari untuk menikah baru disampaikan kepadanya sepulang dari menghilang ini.

Meskipun tampak kesal, namun Ditin Kusnasi bersyukur karena putri kesayangannya telah kembali dengan selamat.

“Teman lelakinya itu bernam Miko, tinggal di Bengkulu. Dari pengakuan Mentari, mereka berdua ini sudah kenal setahun yang lalu. Tapi selama ini saya belum pernah ketemu sama Miko ini. Pas pulang tadi memang benar, Mentari ada bilang minta dinikahkan. Cuma tidak berani ngomong,” tegas Ditin didampingi Kades dan Keluarga Mentari, Bertus.

Berdasarkan pengakuan Mentari kepada ayahnya, untuk keperluan selama masa penghilangan, Mentari menjual Handphone.

Ayah Mentari didampingi Kepala Desa saat di Polres Bengkulu Selatan

“Sempat kehabisan minyak, makanya HP dijual di Sukaraja,” ungkap ayahnya.

Hingga berita ini diturunkan, Mentari dan Miko masih berada di Mapolres Bengkulu Selatan. Belum ada keterangan resmi dari Polres Bengkulu Selatan terkait hal ini.
[Apdian Utama]