Tersangka pembacokan petani saat diamankan Polres Rejang Lebong, Jumat (02/2/2018)

REJANG LEBONG, PB – Polres Rejang Lebong berhasil menciduk terduga pelaku pembacokan bernama Rudi (45), Jumat (2/2/2018).

Pelaku yang diketahui mengalami gangguan jiwa diringkus polisi di Desa Dusun Sawah Kecamatan Curup Utara.

Pelaku diduga telah melakukan aksi pembacokan pada Rabu (31/01/2018) petang dengan korban bernama Ahmad Asek (30) warga Desa Pungguk Lalang Kecamatan Curup Selatan.

“Pelaku sudah kita amankan tadi pagi, di Desa Dusun Sawah. Saat dilakukan penangkapan, pelaku tidak memberikan perlawanan. Dari tangan pelaku juga ditemukan beberapa barang bukti senjata tajam serta senjata api rakitan,” kata Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong AKP Chusnul Qomar, Jum’at (02/02/2018).

Barang bukti yang diamankan berupa dua bilah senjata tajam jenis parang, dua pucuk senjata api rakitan dan dua buah laras untuk membuat senjata api.

Saat ini pihak penyidik Satreskrim Polres Rejang Lebong tengah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku untuk menggali informasi mengenai latar belakang tindak pembacokan yang dilakukan dan mengungkap kepemilikan senjata api.

“Kita tengah mendalami motif pelaku melakukan penganiayaan terhadap Ahmad Asek, serta mengungkap asal muasal senjata api rakitan tersebut,” Tegasnya.

Terkait tudingan warga sekitar yang menyatakan jika pelaku mengalami gangguan jiwa, juga akan ditindak oleh pihak penyidik.

“Memang benar dari pihak keluarga dan masyarakat sekitar rumah pelaku menyebut jika Rudi (pelaku) mengalami gangguan jiwa. Tapi kita masih perlu membuktikan hal tersebut, rencananya kita akan bawa pelaku untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan di RSJKO Bengkulu,” pungkas Chusnul.

Disamping itu, dalam wawancara singkat Pedoman Bengkulu kepada pelaku. Pelaku justru mampu berkomunikasi secara aktif dan dapat menjawab sesuai dengan apa yang ditanyakan.

“Aku (pelaku) ni idak gilo, cuman orang bae yang ngomong aku gilo. Kemaren tu Asek (korban) nyerang aku duluan pakai tombak, laju aku hilaf, aku bacok bae,” jawab pelaku. [Benny Septiadi]