Ilustrasi Anak yang rendah diri (Foto: Freepik)

ANAK yang percaya diri dapat dengan mudah beradaptasi dan mencapai cita-citanya kelak. Kabar baiknya, kepercayaan diri anak dapat dilatih sejak dini. Terkait hal ini, pola asuh orang tua sangat berperan. Begitu pula sebaliknya, kepercayaan diri anak dapat menurun dan tidak terbentuk akibat kesalahan pola asuh yang diterapkan orang tua.

“Kepercayaan diri anak dapat menurun akibat kesalahan atau kebiasaan yang dianggap sepele oleh orang tua,” kata Psikolog Intan Erlita dalam seminar Parenting KiDee Children di Graha Elnusa, Jakarta Selatan, Minggu (4/2).

Menurut Intan, ada 3 kesalahan orang tua yang dapat membuat anak tidak percaya diri, sebagai berikut:

1. Bentakan

Saat orang tua membentak, anak akan merasa ketakutan. Saat rasa takut itu muncul, produksi hormon kortisol di otak meningkat. Tingginya hormon ini dapat memutuskan sambungan neuron atau sel-sel di otak.

Selanjutnya, akan terjadi percepatan kematian neuron atau apoptosis. Hal itu bisa mengakibatkan proses berpikir anak menjadi terganggu, sulit mengambil keputusan, anak tidak bisa menerima informasi dengan baik, tidak bisa membuat perencanaan, hingga akhirnya anak kehilangan rasa percaya diri.

2. Sering diremehkan

Anak-anak yang tidak percaya diri bisa disebabkan oleh kebiasaan di dalam keluarga yang terlalu sering meremehkan kemampuannnya. Anak sering dianggap tidak mampu melakukan sesuatu oleh orang lain. Misalnya, ketika ia menjalani hobi seperti bermain sepak bola, orang tua akan meremehkan hobinya bahwa sepak bola tidak akan mendatangkan manfaat.
Belum lagi, ketika orang tua menyebutkan bahwa sepak bola tidak akan dapat membuat anak menjadi sukses. Hal-hal yang meremehkan seperti inilah yang menyebabkan seseorang kemudian menjadi terus menurun kepercayaan dirinya.

3. Orang Tua Terlalu Sering Melarang

Orang tua yang sering melarang juga bisa menjadi penyebab anak menjadi kurang percaya diri. Hal ini berlaku secara umum pada segala aktivitas yang dilakukan anak.

Selanjutnya, larangan tersebut akan terus tertanam dan tersugesti, bahwa dirinya tidak bisa melakukan apapun. Sugesti inilah yang kemudian menyebabkan dirinya menjadi tidak percaya diri.

Intan mengatakan, tak ada salahnya orang tua melarang. Tapi sebaiknya, larangan-larangan itu disertai penjelasan yang jelas, dibalik ia tidak bisa melakukan hal itu dan sampaikan menggunakan kata positif. [AM]