Kabid Penagihan BPKD Rejang Lebong, Hari Mulyawan

REJANG LEBONG, PB – Ditengah menjamurnya bisnis hiburan yang ada di Kabupaten Rejang Lebong dan terus bertambah, tidak serta merta memberi dampak positif bagi sektor pajak daerah.

Hal ini dibuktikan dari hasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berhasil dikumpulkan oleh Bidang Penagihan Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (BPKD) Rejang Lebong, khusus untuk pajak hiburan sepanjang tahun 2017 hanya mencapai Rp2,3 juta

“Untuk tahun 2017, pajak hiburan yang berhasil dikumpulkan hanya Rp2,3 juta. Karena hanya sedikit usaha hiburan yang memiliki kesadaran untuk membayar pajak, selain itu jumlah wajib pajak untuk usaha hiburan juga masih sangat sedikit,” kata Hari Mulyawan selaku Kabid Penagihan BPKD Rejang Lebong, kepada Pedoman Bengkulu, Senin (26/02/2018).

Saat ini, kata dia, tempat hiburan yang terdata dan aktif membayar pajak tempat hiburan berjumlah 7 pelaku usaha. Meski begitu OPD terkait terus berupaya melakukan pendataan untuk pelaku-pelaku usaha tempat hiburan yang seharusnya sudah menjadi wajib pajak namun belum terdaftar.

“Kita akan mendata lagi para pelaku wajib pajak yang ada, karena semakin lama usaha hiburan semakin bertambah, jadi masih banyak yang belum masuk di data kita,” ujarnya.

Dari sektor pajak hiburan, bukan hanya tempat karaoke dan diskotik, melainkan ada juga tempat Spa, pusat kebugaran, fitnes, gym, dan tempat-tempat olahraga seperti lapangan futsal.

“Minimal, jika sudah kita data ulang para pelaku usaha tempat hiburan, akan dapat meningkatkan nilai pemasukan daerah,” ujar Hari.

Selain itu, para pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan kesadaran diri sebagi objek pajak untuk aktif mendaftarkan usaha tempat hiburan yang dimiliki. [Benny Septiadi]