Ketua Panwaslu Bengkulu Selatan, Erina Okriani 

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) tampaknya serius melakukan pengawasan terhadap proses seleksi Panitia Pemungutan Suara (PPS). Terbukti, setelah melakukan pengawasan tahapan demi tahapan seleksi PPS oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bengkulu Selatan, Panwaslu mendapati beberapa temuan.

Diantaranya ada Peserta Seleksi PPS yang saat ini telah memasuki enam besar yang terdaftar sebagai Anggota Partai Politik (Parpol) dan ada pula Pasangan Suami Isteri (Pasutri) yang sama-sama telah lulus ke tahapan enam besar.

“Dari pengawasan kami dan kawan-kawan di Panwascam, ada temuan indikasi enam besar PPS ini yang masih suami isteri. Adapula yang terdaftar di Sipol sebagai salah satu anggota Partai Politik,” jelas Ketua Panwaslu Bengkulu Selatan, Erina Okriani saat ditemu Pedoman Bengkulu di ruang kerjanya, Rabu (28/2/2018).

Temua tersebut diantaranya terdapat di Kecamatan Kedurang, Air Nipis dan Pasar Manna. Untuk pasangan Suami Isteri, menurut Erina, KPU tidak bisa meluluskan kedua-duanya. Karena berdasarkan peraturan yang ada tidak diperkenankan terdapat hubungan suami isteri atau ikatan perkawinan sesame penyelenggara Pemilu.

“Pasangan suami isteri itu ada yang sama-sama mendaftar PPS di desa yang sama, adapula yang di desa yang berbeda. Untuk yang anggota Parpol itu kita temukan di Sipol, dan yang bersangkutan tidak bisa mengelak, karena pada saat Verifikasi faktual partai politik dulu, yang bersangkutan itu terfaktual oleh kawan-kawan Panwascam,” tegas Erina Okriani.
Menyikapi hal tersebut, sebelum pengumuman tiga besar PPS oleh KPU Bengkulu Selatan, sambung Erina, pihak Panwaslu akan menyampaikan rekomendasi kepada KPU Bengkulu Selatan.

“Laporan dari Panwascam belum semuanya masuk, secepatnya rekomendasi akan kami sampaikan ke KPU. Rekomendasi ini akan menjadi pertimbangan KPU dalam mengambil keputusan,” tutup Erina Okriani. [Apdian Utama]