Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu Eddyson

BENGKULU, PB – Polemik pembatalan Mutasi 52 orang pejabat lingkungan pemerintah Kota Bengkulu terus bergulir. Banyak dampak positif dan negatif terjadi sebagai imbas tindakan ini.

Salah satunya, terjadi disejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang pejabatnya masuk sebagai salah satu dari 52 orang pejabat yang dibatalkan tersebut.

Program yang sempat tersusun selama 19 hari pasca pelantikan terpaksa terbengkalai untuk diralisasikan. Seperti terjadi di Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu.

Kepala bidang Koperasi berinisial EV yang sebelum dilantik menjabat sebagai sekretaris camat teluk segara sejak mendapat info pembatalan mutasi dan pengembalian pejabat ke posisi semula Ev tak pernah kunjung ngantor lagi.

Padahal, sejumlah program unggulan telah diciptakan dan siap digarap selama 19 hari menjabat sebagai kepala bidang.

Namun, lantaran tak pernah masuk kantor, sejumlah program unggulan bidang koperasi itu terbengkalai pelaksanaannya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Bengkulu, Eddyson saat ditemui Pedoman Bengkulu di ruang kerjanya, Selasa (13/2), terkesan lebih banyak bungkam soal dampak negatif dari permasalahan ini. Sebab, bagi Eddyson, dirinya selaku kepala dinas sifatnya hanya menerima keputusan saja.

“Untuk bicara soal kebijakan mutasi itu bukan Domain saya. Kami selaku kepala Dinas hanya menerima putusan atasan saja,” ujarnya.

Dilain sisi, Eddyson mengakui jika pihaknya belum menerima surat resmi terkait pembatalan mutasi. Khususnya terhadap salah satu kepala bidang di Dinas yang ia pimpin.

“Saya nggak tau juga yang masalah ini, katanya ada instruksi, yang sudah mutasi disuruh pulang lagi, tapi itu cuma baca koran, belum ada surat tertulisnya, baru gonjang-ganjing di media massa,” kata Eddyson. [Nadia Tri Hidayati]