Anggota Pramuka Kwarcab Kota Bengkulu tampak bersemangat melakukan aksi bersih pantai di kawasan Pantai Jakat, Minggu pagi (18/2).

BENGKULU, PB – Ratusan anggota pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Bengkulu tengah mengadakan aksi bersih pantai di kawasan Pantai Jakat, Minggu pagi (18/2).

Aksi dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Baden Powell. Acara ini diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan mulai tanggal 16 Februari lalu hingga 22 Februari mendatang.

Pantauan Pedoman Bengkulu, sekitar pukul 07.30 WIB para peserta dari bebagai sekolah SMP, dan SMA sederajat sudah terlihat berdatangan dan sebagian sudah bersiap-siap dengan berbagai atribut pramukanya masing-masing.

Sekitar Pukul 08.30 WIB, sebanyak 300 peserta sudah berkumpul untuk melaksanakan upacara apel yang dibina langsung oleh Wasono selaku pengurus kwarcab.

Dalam sambutannya, Warsono menyampaikan, hari ini akan ada dua kegiatan dilokasi yang akan dilaksanakan hingga pukul 12.00 WIB nanti.

“Kegiatan yang petama adalah aksi bersih pantai dan yang kedua adalah lomba membuat hasta karya dari sampah yang ada disekitar pantai,” ujar Warsono.

Dilain sisi, Sekretaris Kwartir Cabang Kota Bengkulu, Heriyadi (38) mengatakan, kegiatan ini tentunya sangat bermanfaat bagi siswa. Mereka dilatih untuk peduli terhadap lingkungan dan tentunya mereka hari ini melakukan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi kehidupannya sehari – hari.

“Kami berharap khususnya kepada pedagang di sekitar pantai untuk menjaga kebersihan, karena kita lihat jenis sampah yang ada disini adalah sampah rumah tangga. Artinya itu semata-mata bukan hanya tanggung jawab satu atau dua orang saja, melainkan kita semua bertanggungjawab untuk menjaga kebersihan pantai ini,” ungkap Heriyadi.

Apel sebelum melaksanakan aksi bersih pantai

Ditambahkan Heriyadi, pada dasarnya, aksi bersih pantai ini dilaksanakan setiap tahunnya.

“Semoga kedepannya banyak organisasi-organisasi lain yang tergabung untuk melakukan kegiatan serupa seperti aksi bersih pantai ini sehingga kita bisa menikmati keindahan dari adanya wisata pantai Jakat ini,” tutup Heriyadi. [Deni Dwi Cahya]